close
Opini

Haornas, 77 Tahun Persekap, dan WMK: Momentum Kebangkitan Olahraga Kabupaten Pekalongan

berita web

Oleh: Katank Nusantara

Berita tentang Persekap yang menginjak usia 77 tahun tanpa perayaan dan masih dibayangi ketidakjelasan, semestinya tidak hanya dipandang sebagai kabar duka dari sebuah klub sepak bola. Momentum ini adalah alarm keras bagi kita semua untuk merefleksikan kembali: ke mana arah pembangunan olahraga Kabupaten Pekalongan?

Apalagi, momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Pertanyaannya kini sederhana namun mendasar: Setelah 77 tahun Persekap berdiri dan puluhan kali Haornas diperingati, sejauh mana olahraga kita benar-benar bergerak maju?

WMK: Lebih dari Sekadar Bangunan Stadion

Stadion Widya Manggala Krida (WMK) Kedungwuni bukan sekadar arena pemuda menendang bola. Berdiri sejak 1987 di atas bekas lahan sawah Kompleks Gemek, WMK telah menyatu dalam memori kolektif warga Pekalongan. Kini, kawasan tersebut telah bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup. Setiap sore dan akhir pekan, WMK menjelma pusat aktivitas warga—mulai dari berolahraga, berekreasi bersama keluarga, hingga menggerakkan roda ekonomi UMKM lokal.

Denyut sosial-ekonomi di WMK sudah menyala, tetapi fungsi utamanya sebagai fondasi olahraga justru masih tertinggal. Fasilitas dasar seperti penerangan, tribun, toilet, ruang ganti, hingga kualitas rumput lapangan masih butuh pembenahan serius.

Namun, perbaikan WMK tak boleh dipandang sempit sebatas proyek fisik semata. WMK harus diposisikan sebagai jantung ekosistem olahraga Kabupaten Pekalongan.

Menghubungkan Rantai Pembinaan Persekap

Di usia yang telah melintasi tiga generasi, Persekap seharusnya tidak hanya menjual nostalgia masa lalu, tetapi juga memamerkan tradisi, sistem pembinaan, dan prestasi yang berkelanjutan.

Persoalan utama Persekap hari ini bukan sekadar kapan mereka kembali merumput, melainkan: dari mana pasokan talenta mereka berasal?

Kabupaten Pekalongan tidak pernah kekurangan bakat. Kita memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB), turnamen antardesa, hingga tradisi tarkam yang kuat. Sayangnya, potensi ini belum terhubung ke dalam satu jalur pembinaan yang utuh. Terjadi jurang pemisah (gap) antara jenjang usia dini dan tingkatan senior. Bakat-bakat muda Pekalongan sering kali kehilangan arah sebelum sempat menggapai jenjang profesional.

Potensi Ada, Sistem yang Absen

Jika melirik cabor lain, atlet Kabupaten Pekalongan sebetulnya mampu bersaing. Pada Porprov Jateng 2023, daerah kita memboyong 37 medali (2 emas, 14 perak, dan 21 perunggu). Meski berada di peringkat 32 dari 35 daerah, angka ini membuktikan bahwa potensi mentah itu nyata.

Khusus untuk sepak bola, semua elemen dasarnya sudah ada:

  • Gairah anak muda yang tinggi.

  • Keberadaan SSB dan kompetisi antar-kampung.

  • Fasilitas sejarah dalam wujud Stadion WMK dan Persekap.

Tugas besar pemerintah daerah dan pengurus olahraga adalah menjahit potongan-potongan potensi tersebut menjadi satu sistem pembinaan terpadu.

Haornas: Melampaui Seremoni Tahunan

Hari Olahraga Nasional jangan cuma berhenti pada rutinitas upacara, baliho ucapan, atau lomba antardinas. Haornas harus dipakai sebagai momen evaluasi substantif:

  • Sudah sejauh mana pembinaan atlet muda dan kelayakan fasilitas olahraga kita?

  • Bagaimana skema kepastian anggaran, kompetisi lokal, dan kesejahteraan para atlet?

  • Mau dibawa ke mana arah masa depan Persekap?

Olahraga bukan sekadar urusan medali. Di dalamnya ada pembangunan karakter anak muda, kesehatan publik, putaran ekonomi warga, hingga identitas dan kebanggaan daerah.

Satu Kerangka Kerja: Sinergi Total

Kita tidak perlu terjebak dalam perdebatan klasik: “Membenahi WMK dulu atau menyelamatkan Persekap dulu?”

Keduanya harus berjalan berdampingan dalam satu garis komitmen:

  1. Manajemen Persekap diperbaiki secara profesional.

  2. Fasilitas WMK dibenahi secara bertahap sesuai standar.

  3. Kompetisi lokal dan SSB dihubungkan langsung ke rantai pembinaan Persekap senior.

  4. Potensi tarkam diarahkan menjadi ajang pemantauan bakat (scouting).

Agenda besar ini mustahil terwujud tanpa kolaborasi terbuka antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Dinpora, Askab PSSI, pengelola WMK, manajemen klub, suporter, dan masyarakat luas. Saatnya berhenti saling menunjuk kesalahan dan mulai berbagi peran.

Jangan Biarkan 77 Tahun Hanya Sebatas Angka

Generasi pertama Persekap mewariskan sejarah, dan generasi kedua memberikan pengalaman. Generasi hari ini bertanggung jawab mewariskan sistem yang sehat. Jangan sampai generasi mendatang hanya mendengar cerita rekaan bahwa “dulu Persekap pernah ada dan berjaya”. Mereka berhak menjadi saksi kebangkitan klubnya sendiri.

Jadikan WMK sebagai kawah candradimuka pembinaan olahraga daerah—tempat anak-anak bermimpi, atlet menempa diri, dan masyarakat bersatu mendukung pahlawan olahraganya.

Momentum Haornas tahun ini adalah garis start kita.

Mari kawal bersama, sebab Persekap, WMK, dan masa depan olahraga Kabupaten Pekalongan adalah milik seluruh masyarakat.

Bangkit Olahraganya.

Bangkit Sepak Bolanya.

Bangkit Persekapnya.

Selamat Hari Olahraga Nasional.

Penulis adalah suporter Persekap dan pemerhati sepakbola Pekalongan

Terkait
Dianggap tidak layak, Suporter Persekap minta Stadion WMK direnovasi

Kajen, Wartadesa. - Kondisi stadion kebanggaan wong ngKalongan yang memprihatinkan membuat puluhan suporter Persekap, klub sepakbola kebaggaan warga Kota Santri Read more

NPZR berharap manajemen Persekap Pekalongan mandiri

Pekalongan Kota, Wartadesa. - North Zone Pekalongan Raya (NPZR) organisasi komunitas suporter Persekap Pekalongan berharap agar manajemen sepakbola Kota Santri Read more

Batal ikut Liga 3, suporter Persekap bakal galang koin

Kajen, Wartadesa. - Penarikan mundur Persekap Pekalongan dalam Liga 3 dalam keputusan rapat Askab PSSI Kabupaten Pekalongan, Kamis (19/06) malam Read more

Suporter Persekap galang koin dan gelar mimbar bebas

Kajen, Wartadesa. - 300-san suporter Persekap Pekalongan menggalar aksi penggalangan koin dan mimbar bebas di Tugu 0 Kilometer, Kajen. Aksi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : haornasPersekap