Pekalongan Kota, Wartadesa. – Berita duka tentang meninggalnya Wali Kota Pekalongan H A Alf Arslan Djunaid, Kamis sore (7/9) kemarin menjadi duka bagi warga Kota Batik maupun Kota Santri. Rumah duka di Jalan Toba Pekalongan Timur, dipenuhi pelayat. Silih berganti, warga taziah, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang wali kota.
Alex, sapaan akrab Walikota Pekalongan meninggal dunia karena penyakit jantung. Sempat dilakukan perawatan oleh tim dokter rumah sakit Bendan kurang lebih selama dua jam dengan memacu jantung dikarenakan jatuh pada saat berada dalam kamar mandi di rumah Jalan Toba Kec. Pekalongan Timur Kota Pekalongan.
Sebelum meninggal dunia, Alex baru saja selesai melaksanakan dinas di Makasar dan baru tiba di Kota Pekalongan kurang lebih pukul 11.30 WIB, setelah melakukan perjalanan dari bandara Ahmad Yani Semarang dengan dijemput oleh sopir, Tanto dan Ajudannya, Iwan.
Hingga pukul 20.30 malam, pejabat Forkopimda Kota Pekalongan satu per satu terlihat datang ke rumah duka di Jalan Toba Pekalongan Timur.
Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Alex itu mengembuskan napas terakhirnya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bedan, Kota Pekalongan, Kamis sore tadi sekitar pukul 15.30 WIB.
Kabag Humas Kota Pekalongan, Arif Karyadi mengatakan, jenazah Alex akan dikebumikan besok sehabis salat Jumat di Pondok Pesantren Djunaid milik keluarga besar sang wali kota.”Nanti sebelum dikebumikan usai salat Jumat, akan disalatkan dulu di sana juga,” tutur Arif.
Adapun almarhum Alex menjabat sebagai Wali Kota Pekalongan sejak Februari 2016. Dia berpasangan dengan wakilnya, Syailani Mahfudz.
Sementara itu, mendengar kabar duka bahwa pasangan pemilukada pada 2016 lalu meninggal dunia, Wakil Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz dikabarkan masuk RS Bendan.
“Saat ini Wakil Walikota tengah dirawat di RS Bendan. Kemungkinan beliau shock atas wafatnya Walikota,” ungkap Kabag Humas Pemkot Pekalongan Arif Karyadi. (WD)










