Pemalang, Wartadesa. – Polres Pemalang Jawa Tengah menyiapkan 363 personelnya untuk pengamanan Aksi Bela Rohingnya yang akan digelar sejumlah ormas di Candi Borobudur. Demikian disampaikan oleh AKBP Agus Setyawan HP, Kapolres Pemalang dalam apel siaga di Mapolres Pemalang, Kamis (7/9).
Agus Setyawan HP mengungkapkan bahwa, ”Apel siaga ini merupakan perintah pimpinan yang harus kita laksanakan dalam rangka antisipasi aksi bela rohingnya yang semula akan dilaksanakan di Candi Borobudur dialihkan ke Masjid Annur Magelang, Polres Pemalang sebagai satuan samping yang ada di jalur pantura, diperintahkan untuk memberikan kontribusi dengan melakukan kegiatan penyekatan.”papar Agus
Untuk memberikan kontribusi tersebut telah ditentukan di wilayah hukum Polres Pemalang untuk giat penyekatan pada tiga lokasi yakni wilayah timur Polsek Ulujami, wilayah tengah sebagai sekat pertama di wilayah Polsek Pemalang dan wilayah selatan sebagai sekat akhir keluar wilayah Pemalang ada di wilayah Polsek Belik.
Usai pelaksanaan Apel Siaga dilanjutkan dengan penggeseran personil, sesuai intruksi Kapolres Pemalang untuk melaksanakan Kegiatan Penyekatan tahap pertama yang di mulai Pukul 10.00 – 12.00 Wib, di 3 titik yakni, Rayon Utara yang dilaksanakan di Jalur Pantura tepatnya di depan RM Echo Ulujami, yang diperkuat sebanyak 29 personil.
Kedua Giat penyekatan Rayon Tengah, yang dilaksanakan di Jalur Kota menuju Jalur Selatan Pemalang – Purwokerto tepatnya di depan Stadion Mukhtar, Jalan Gatot Subroto Pemalang, dengan kekuatan sebanyak 48 personil.
Ketiga, giat penyekatan Rayon Selatan, dilaksanakan di Patung Gatot Subroto Belik, dengan kekuatan personil sebanyak 60 personil.
Pengamanan siaga satu juga dilakukan oleh personel Polres Batang, menurut Kapolres, walaupun kegiatan akan dilaksanakan di Borobudur Magelang namun Polres Batang dan Polres di jajaran Polda Jawa Tengah sesuai perintah pimpinan akan melaksanakan siaga satu.
“Kita lakukan penyekatan di sejumlah titik yang ada di wilayah hukum Polres Batang terutama diperbatasan dengan Kendal untuk mengantisipasi pengerahan massa,” jelas AKBP Juli Agung Pramono. (WD)










