close
ojol

Pemalang, Wartadesa. – Penerapan jam malam di Kabupaten Pemalang mendapat resistensi dari awak driver ojek online. Mereka meminta kelonggaran kebijakan bagi ojek online. Dengan mendatangi posko Komando Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mereka  meminta pengkajian ulang kebijakan tersebut. Kamis (28/05) pukul 21.30 WIB.

Perwakilan ojol diterima oleh Juru Bicara penanganan covid-19 Tutuko Raharjo, bersama Kepala Kesbangpol, Jarwo.

Menurut Teguh, perwakilan ojol asal Comal, sejak penerapan jam malam orderan mereka sepi, padahal sebelumnya selepas pukul 21.00 WIB orderan masih ramai.

Selain itu, masih menurut Teguh, pemadaman lampu penerangan di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan rawan tindak kriminal. “Apalagi kondisi saat ini, barangkali ada yang nekat demi mendapatkan uang. Jadi kami mohon hal itu bisa dikaji ulang,” katanya.

Tutuko Raharjo menjawab bahwa tidak ada pengecualian dan keistimewaan, sesuai dengan Perbub Pemalang  No. 26 tahun 2020. “Kami sangat menyadari, bahwa ojol eksis 24 jam, bahkan dimungkinkan setelah pukul 21.00 WIB masih ada orderan. Namun peraturan jam malam tidak ada pengecualian untuk itu,” jelasnya.

Terkait lampu penerangan jalan yang dimatikan, Tutuko menjawab bahwa tujuannya agar warga tidak keluar rumah pada malam hari, kecuali keadaan darurat. Namun demikian, pihaknya akan memperketat pengamanan dengan mengerahkan petugas patroli.

Sementara itu, listing postingan warganet Pemalang yang dikumpulkan oleh laman media sosial Headline News Pemalang, saat penerapan jam malam beberapa kali terjadi tindak kriminal.

Tangkapan layar aduan warga melalui media sosial yang dihimpun Headline News Pemalang

Redaksi media sosial Headline News Pemalang menulis, diduga Aksi kriminalitas khususnya di pusat kota semakin bertambah dikala jam malam diberlakukan oleh pemerintah kabupaten Pemalang.

Pihak redaksi kamipun menghimpun beberapa laporan dari Warganet,aksi tersebut terjadi malam pertama diberlakukan jam malam, dugaan kami itu terjadi dimungkinkan karena Lampu penerangan jalan dipadamkan,jadi para pelaku dengan leluasa beraksi.

Mungkin maksud dari Pemerintah Kabupaten Pemalang benar dengan pemadaman lampu supaya tidak ada yang bergerombol, tapi masih kurang kontrol dan tidak ada antisipasi akan maraknya pencurian.

Kalo menurut Mimin sih Jam malam boleh saja, tapi kalau bisa lampu penerangan jalan jangan dimatikan untuk mengantisipasi aksi pencurian ditoko/rumah disepanjang jalan dan juga biar kelihatan kalau ada yang bergerombol, serta kalau bisa tiap jam ada yang patroli dari pihak berwenang.

So bagaimana menurut kalian gaess? Coret coret dikolom komentar ya..ingat yang sopan. (Eva Abdullah/Eky Diantara)

Tags : jam malamojolpemalang