KENDAL, WARTA DESA – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pantura sejak Kamis sore (15/01) mengakibatkan banjir besar melanda Kabupaten Kendal. Hingga Jumat (16/01/2026), tercatat enam kecamatan terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter.
Enam Kecamatan Terdampak
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, dan Kendal Kota. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya lima sungai besar, yakni Sungai Kendal, Sungai Penut, Sungai Bedo, Sungai Waridin, dan Sungai Aji.
Khusus di Desa Kumpulrejo (Kaliwungu) dan Desa Kebonadem (Brangsong), banjir diperparah dengan jebolnya pintu air Sungai Waridin akibat tidak kuat menahan debit air yang sangat tinggi.
Jalur Pantura dan Pemukiman Lumpuh
Genangan air setinggi 30–60 cm di ruas Jalan Pantura menyebabkan kemacetan panjang dan banyak kendaraan mogok.
-
“Terpaksa saya menuntun kendaraan karena mogok,” ujar Doni, warga Kendal Kota yang terjebak saat pulang dari Semarang.
-
Di Desa Karangmulyo, Pegandon, genangan air yang masih tinggi memaksa didirikannya Dapur Umum untuk distribusi logistik bagi warga terdampak.
Belasan Perjalanan Kereta Api Terlambat
Banjir juga menghantam jalur rel kereta api di jembatan KA nomor BH 111 KM 20+7/8 petak jalan Kaliwungu–Kalibodri. Akibat adanya gogosan (tanah penyangga rel terkikis), perjalanan KA lintas Semarang–Jakarta mengalami keterlambatan signifikan.
Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif, mencatat belasan KA terdampak, di antaranya:
-
KA Kertajaya terlambat 132 menit.
-
KA Joglosemarkerto terlambat 123 menit.
-
KA Argo Sindoro terlambat 90 menit.
-
Sejumlah KA lainnya seperti Kaligung, Majapahit, dan Harina juga mengalami penundaan antara 40 hingga 115 menit.
Respon Pemerintah dan Upaya Penanggulangan
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permana Sari, meninjau langsung lokasi banjir di Desa Kebonadem pada Jumat pagi. Bupati mengonfirmasi akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk perbaikan teknis.
“Kami sudah cek ke lapangan. Ini karena debit air terlalu tinggi sehingga pintu portal air tidak kuat. Saya instruksikan PUPR untuk segera mengganti pintu air yang rusak di Kumpulrejo agar penanganan lebih cepat,” tegas Bupati.
Imbauan Waspada
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengkhawatirkan kondisi akan memburuk jika hujan deras berbarengan dengan pasang air laut (rob). “Kami bersama tim gabungan dan relawan terus siaga untuk evakuasi jika air kembali naik,” ujarnya.
Warga, terutama lansia dan anak-anak di Desa Kebonadem, dilaporkan mulai mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir akan adanya banjir susulan. ***
Laporan: Tim Redaksi Warta Desa
Editor: Bagian Berita Daerah










