Sragi, Wartadesa. – sekitar pukul 22.00 wib malam tadi, Selasa (25/4) berberapa warga Kecamatan Sragi memberhentikan truk pengankut tanah untuk jalan tol ruas Pemalang-Batang. Dua mobil dumptruck pengangkut material tol diblokade warga.
kejadian ini di sinyalir akibat tidak maksimalnya kesepakatan pihak SMJ dengan warga yang tertuang dalam perjanjian bersama warga beberapa waktu lalu, terkait dengan dampak dari proses angkutan tanah di antaranya debu dan jalan licin.
Iir, salah satu pemuda asal Kecamatan Sragi membenarkan kejadian tersebut. “Kami tidak bermaksud menghentikan proses pengurukan, akan tetapi kami kecewa dengan pihak SMJ, karena perjanjian yang telah dibuat belum maksimal dilaksananah, jalan masih rusak, debu masih tebal, dan jalanpun masih licin,” ucapnya.
Bahkan, masih menurut Iir, tak sedikit penguna jalan yang tergelincir. Untuk sementara dua mobil diamankan di Polsek Sragi.
Salah satu tokoh masyarakat Sragi, Junawan mengatakan, pada dasarnya msyarakat mendukung pembangunan tol, akan tetapi dampak dari pekerjaan juga harus diperhatikan serius.
“Kalau dibiarkan, ini bisa berpotensi menimbulkan gesekan di bawah,” imbuh Junawan.
Penghentian truk material tanah urugan tol di Sragi ini menambah panjang deretan aksi serupa. Sebelumnya warga Desa Kedungjaran beberapa kali melakukan aksi serupa karena dinilai pihak kontraktor jalan tol tidak melaksanakan kesepakatan yang telah ditandatangani kedua belah pihak. ( Eva abdullah )
Terkait:
Warga Kedungjaran blokir jalan, hentikan truk material tanah tol tanpa penutup terpal
Warga hentikan truk molen untuk tol, kesal karena warga disuruh lewat jalan rusak dan berlumpur sementara armada tol lewat jalan yang mulus
[Lagi] Warga Kedungjaran blokir truk pengangkut material tanah tol
Buntut pemblokiran truk muatan tanah tol, Kapolsek Sragi ingatkan penyiraman jalan










