Sragi, Wartadesa. – Kesal akibat ulah truk molen proyek tol yang melewati jalan yang baru saja di cor sementara warga kebanyakan dialihkan untuk melewati jalan yang rusak dan berlumpur. Dua orang warga menghentikan truk molen pembawa material tol di ruas jalan Desa Kedungjaran Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, Jum’at (14/4).
Ridhowi, perangkat Desa Kedungjaran sekitar pukul 14.00 wib melihat truk molen proyek tol yang melewati jalan raya Kedungjaran-Sragi, sebagian jalan ini beberapa waktu lalu dicor karena rusak akibat dilewati armada tol. Sesuai dengan kesepakatan warga sebelumnya.
Namun yang aneh adalah, beberapa petugas dari kontraktor tol yang mengatur jalan di tikungan pertigaan jalan Kedungjaran mengarahkan warga melewati sebagian jalan yang rusak, sementara truk armada tol melewati jalan yang sudah diperbaiki dengan cara dicor.
Melihat ketidak adilan petugas pembangunan jalan tol tersebut, siang itu Ridhowi mengeluarkan mobil desa untuk menghentikan truk molen. Dan meminta agar warga diberikan hak yang sama melewati jalan yang sudah diperbaiki, bukan dialihkan melewati ruas jalan yang rusak.
“Melihat truk molen mondar-mandir beberapa kali melewati jalan yang sudah diperbaiki, sementara warga dialihkan melewati jalan yang rusak dan berlumpur, Dhowi langsung mengeluarkan mobil desa dan memalangkan mobil berhadap-hadapan dengan mobil molen. Dhowi meminta agar warga diberi kesempatan yang sama untuk melewati jalan tersebut,” ujar warga yang tidak bersedia disebut namanya.
Warga melanjutkan, aksi ini dilakukan lantaran angkutan proyek tol tersebut melewati jalan beton yang belum rampung pengerjaannya dan baru separuh jalan yang sudah di cor beton, sedangkan separuhnya lagi rusak dan berlubang.
“Padahal dalam perjanjian dari pihak desa dan pihak pelaksana proyek disebutkan, perbaikan jalan akan dimulai dari tanggal 8 April, tapi nyatanya pengerjaan perbaikan jalan hanya berjalan tiga hari dari tanggal tersebut dan hanya separuh jalan yang dibeton, sedangkan separuhnya lagi masih berisi batu kerikil dan lumpur sampai sekarang tidak ada kelanjutannya, dan terkesan dibiarkan begitu saja. Tutur warga.
“Warga dan kendaraan umum disuruh lewat jalan yang rusak dan berlumpur, sedangkan truk proyek dialihkan ke jalan beton. Apa gak kebalik? kasian masyarakat kalau seperti ini. Tolong janji yang sudah disepakati segera direalisasikan.” Lanjut warga.
Warga menambahkan, sopir truk molen sempat meminta untuk diperbolehkan meneruskan perjalanan, “Mas … tolong kami diberikan kesempatan untuk meneruskan perjalanan sekali, nanti setelah itu biar petugas kami menutup ruas jalan yang baru diperbaiki,” ujar sopir truk molen seperti dituturkan warga.
Namun warga menolak hingga dicapai kesepakatan bahwa “Kalau truk tol boleh lewat jalan yang sudah dicor seharusnya warga juga boleh lewat jalan tersebut,” ujar Dhowi.
Akhirnya disepakati bahwa seluruh armada tol hanya menggunakan ruas jalan yang masih rusak dan belum diperbaiki. Begitu juga untuk mobil maupun moda transportasi roda empat lainnya. Sementara jalan yang sudah diperbaiki dengan cor diperuntukkan untuk roda dua. Pungkas Dhowi.
Selengkapnya …
[button-blue url=”https://www.wartadesa.net/warga-kedungjaran-blokir-jalan-hentikan-truk-material-tanah-tol-tanpa-penutup-terpal/” target=”_self” position=”left”]1[/button-blue] [button-blue url=”https://www.wartadesa.net/pt-smj-janji-penuhi-tuntutan-warga-kedungjaran/” target=”_self” position=”left”]2[/button-blue]
(Bono)










