Sragi, Wartadesa. – Kekesalan warga Desa Kedungjaran Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan dialamatkan pada sopir truk bermuatan material tanah untuk proyek jalan tol ruas Pemalang-Batang. Pasalnya, meski pihak manajemen kontraktor jalan tol telah menandatangai nkesepakatan dengan warga Kedungjaran, namuh hampir seluruh kesepakatan yang ditandatangani bermaterai tersebut tidak dijalankan.
Baca: Warga Kedungjaran Blokir Jalan, Hentikan Truk Material Tanah Tol Tanpa Penutup Terpal
Baca juga: PT SMJ Janji Penuhi Tuntutan Warga Kedungjaran
Sebelumnya warga sempat memblokir jalan dan menghentikan truk molen lantaran melewati jalan yang baru selesai diperbaiki dengan cor, sementara warga diharuskan melewati jalan yang rusak dan berlumpur.
Malam ini, Sabtu (22/4) pukul 19.15 wib, warga Kedungjaran kembali melakukan pemblokiran jalan dan menghentikan truk bermuatan material tanah tol dari pertigaan jalan desa ke arah Klunjukan. Demikian disampaikan oleh perwakilan warga, Ridhowi kepada Wartadesa.
Warga kecewa dengan ulah sopir truk bermuatan tanah tol dengan label PT Waskita Karya yang tidak menggungunakan penutup terpal pada badan truk. Padahal kesepakatan sebelumnya bahwa truk bermuatan material tanah tol, wajib ditutup dengan terpal.
“Saat ini warga dan pemuda desa yang mengatur arus lalu lintas jalan memblokir seluruh armada tol yang membawa material tanah berlebih dan tidak ditutup dengan terpal,” ujar Ridhowi.
Warga menuntut agar kesepakatan yang sebelumnya dibuat dan ditandatangani agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. (Bono, Eva Abdullah Ajis)










