close
jejak digital_theconversation
Ilustrasi, Foto: theconversation

Era baru dimana perusahaan “meng-google” kan pelamar untuk memeriksa identitas dan memverifikasi calon pekerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan, menjadikan jejak digital perlu untuk dikelola sejak dini.

Kadang jejak digital dianggap sebagai beban, bila dikelelola dengan buruk. Menurut praktisi komunikasi Bagus Sudarmanto, dikutip dari laman Tempo, jejak digital adalah arsip, data, riwayat atau profil perilaku digital yang dapat dicari dan dibagikan.

Contohnya, antara lain, upload video di YouTube, memberikan komen di berbagai media sosial termasuk blog, menjadi Facebooker, mencuit di Twiitter, skyping, kirim email, kirim attachment, bahkan sampai searching di Google.

jejak digital ini akan tersimpan di tempat terpencil dan tak bisa dihapus. Sehingga bisa menjadi informasi tersembunyi tentang seseorang itu. Tak heran jika kemudian jejak digital ini dapat membantu atau merusak reputasi yang bersangkutan. Selanjutnya berpotensi menghambat karir dan masa depan.

Lalu bagaimana bila jejak digital kita terlanjur buruk? Ada penyedia aplikasi bernama DeleteMe, yang mampu menghapus data dari sejumlah situs yang dapat melacak sejarah kehidupan pengguna di internet. Aplikasi berbayr ini dapat membantu menghapus jejak digital.

Namun ada alternatif lain, yakni dengan mengatur perambah (browser) untuk tidak memperbolehkan tracking, menutupi citra buruk dengan citra baik dengan cara menutupi rekam jejak negatif kita di internet dengan rekam jejak positif yang baru secara terus-menerus. Gunakan nama asli untuk semua jejaring sosial kita, dan mulailah melakukan pencitraan secara konsisten sehingga data lama kita yang buruk dapat perlahan tertutupi oleh data baru yang positif.

Membangun Jejak Digital Baik Sejak Dini

Anak-anak zaman sekarang merupakan pengguna internet aktif. Selain memberikan pemahaman tentang keamanan dunia saiber, pengetahuan tentang bagaimana membangun dan mengelola jejak digital sejak usia muda (dini) menjadi penting.

Pendidikan (edukasi) soal jejak digital yang positif bisa dimulai sejak SD dan akan berkembang hingga mereka memasuki bangku sekolah selanjutnya.

Anak-anak bisa diajarkan untuk mencermati kehadiran daring (dalam jaringan –online) mereka. Mereka bisa diajarkan secara eksplisit bahwa tidak semua yang mereka lakukan daring perlu disembunyikan. Anak-anak perlu diberikan pemahaman apa yang perlu ditampilkan di publik, dan apa yang harus tetap pribadi.

Anak-anak perlu diajarkan bahwa jejak digital yang menunjukkan minat, pencapaian, dan keterampilan mereka bisa bersifat publik dan bisa dikenali. Proyek sekolah, penghargaan, potongan tulisan, dan karya seni digital adalah contoh hal yang baik untuk ditampilkan.

Mengajari anak-anak untuk memposting pencapaian mereka, keterampilan dan beberapa aspek dari identitas digital mereka akan membantu jejak digital mereka ketika nantinya dibutuhkan.

Laman theconversation menulis, ada empat alasan mengapa saat di sekolah dasar akan menjadi waktu yang ideal untuk mulai mengajari anak tentang jejak digital positif:

  1. mereka kekurangan informasi mengenai hal ini dan tidak sadar bahwa jejak digital bisa menjadi aset positif untuk masa depan mereka.
  2. anak-anak diusia ini sedang bertransisi dari yang tadinya dominan main gim dan menonton video ke penggunaan internet dan media sosial yang lebih kreatif dan menghasilkan karya.
  3. gaya pengasuhan yang berbeda berarti tidak semua anak akan mendapatkan informasi ini di rumah.
  4. kekuatan dari [pesan keamanan siber] yang mereka dapatkan dari sekolah menunjukkan bahwa pengetahuan ini bisa dibangun sehingga anak-anak diberikan pilihan tentang aktivitas daring mana yang sebaiknya tetap tidak terlihat, dan mana yang akan menguntungkan bila ditampilkan.

Jejak digital itu pedih Jendral! Dia bisa menjadi aset atau beban bagi kita. Membangun pengetahuan dan memberi pedoman jejak digital sejak dini akan membantu membentuk masa depan anak-anak nantinya. (*)

Bahan Bacaan

http://theconversation.com/mengapa-anak-anak-perlu-diajarkan-untuk-membangun-jejak-digital-yang-positif-90703
https://gaya.tempo.co/read/1137806/waspada-jejak-digital-di-medsos-karier-bisa-terancam/
https://lifestyle.kompas.com/read/2012/04/24/13041458/tips.quotmenghapusquot.citra.buruk.di.internet

Tags : jejak digital

Leave a Response