Pemalang, Wartadesa. – Sebuah mesin pemotong padi, combine merk Greenstar produksi China seharga Rp 350 juta, dibakar orang tak dikenal di area persawahan blok Pengkol Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (19/8).
Baca: Petani Desa Loning Pemalang tolak mesin potong padi modern
Mesin combine milik Priyoto, warga Desa Bolo, kecamatan/kabupaten Pati, Jateng yang dikemudikan oleh Cartam (40), warga Pegundan, awalnya diparkir di area persawahan tersebut, Jumat (18/8).
Setelah menuntaskan pekerjaannya, Cartam pulang dan mesin Combine ditinggal dan ditutupi terpal. Keesokan harinya, Cartam ditelpon oleh rekannya yang membantunya meluncur combine dan mencari lahan yang akan dipanen, Sumar (45) dan mengatakan mesin combinenya dibakar orang.
Cartam langsung datang dan mendapati mesin combine yang dikemudikannya memang telah terbakar. Ia kemudian melaporkan kejadian tersbeut ke Balai desa Pegundan dan ditindaklanjuti dengan melapor ke Polsek Petarukan.
Kapolsek membenarkan kejadian tersebut dan menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada. “Apalagi mesin combine saat ini menjadi perhatian serius dari masyarakat.” paparnya.
Sebelumnya, warga Desa Loning Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang menolak kehadiran mesin perontok modern jenis combine dari luar daerah, demikian terungkap di balai desa setempat, Selasa (1/8).
Salah satu perwakilan petani desa setempat mengungkapkan bahwa pihaknya menolak mesin pemotong modern dari desa lain maupun daerah lain yang dibawa oleh juragan padi. Petani hanya memperbolehkan mesin pemotong padi modern dari bantuan pemerintah dan milik warga desa Loning.
“Combine yang boleh masuk dan melakukan panen padi adalah Combine bantuan pemerintah dan milik warga Desa Loning,” ungkap Disman, salah seorang petani setempat.
Sementara itu, Rofik, Kaur Pemerintahan Desa Loning berjanji akan menyampaikan kepada operator mesin perontok padi modern dari desa lain maupun bawaan dari juragan padi luar daerah untuk tidak membawa mesin perontok padi modern. (WD)










