close
Jalan-jalanKesehatan

Meski obyek wisata mulai dibuka, waspada jangan sampai jadi klaster baru

kalipaingan

Kajen, Wartadesa. – Pembukaan kembali obyek wisata secara bertahap di Kota Santri, menjadi angin segar bagi pelaku wisata. Namun juga perlu diwaspadai, jangan sampai muncul klaster baru Covid-19 dari pembukaan tempat wisata tersebut. Demikian disampaikan oleh Imam Nurhuda, pelaku pariwisata di Kabupaten Pekalongan yang juga aktivis lingkungan, Sabtu (13/06).

Menurut Imam, pembukaan obyek wisata, khususnya di Pekalongan sebaiknya harus dipertimbangkan lagi, boleh saja dibuka tapi harus mengikuti protokol kesehatan dan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Seandainya protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat, ketika wisata dibuka bisa jadi akan menjadi tempat penyebaran virus.” Ujarnya.

Meski demikian, Imam mengaku telah menyiapkan protokol kesehatan pada obyek wisata yang dikelolanya.

Pemuda yang mengaku secara informal menjadi marketing (memasarkan) obyek wisata Kalipaingan Linggoasri dan Lolong Adventure ini menambahkan bahwa tutupnya seluruh obyek wisata saat pandemi, berdampak besar bagi para pengelola obyek wisata.

Obyek wisata di Pekalongan yang kebanyakan dikelola oleh masyarakat memang sudah hampir tiga bulan tutup total. Pastilah ini menjadi sebuah kerugian karena berhentinya pemasukan. Bahkan bisa dikatakan sebagian karyawannya kemungkinan besar dirumahkan. Tapi saya melihat teman-teman pengelola sangat bersabar dan tetap mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemda masing-masing,” papar Imam.

Menurut Imam, diluar masa pandemi Covid-19, momen (saat) liburan seperti lebaran atau libur hari besar, pengunjun obyek wisata membludak, namun saat ini turun drastis. Meski demikian pemerintah daerah kuran responsif terhadap pelaku wisata.

“Pada moment lebaran Idulfitri atau liburan hari besar, obyek wisata tetap tutup dengan harus menanggung kerugian tidak adanya pemasukan. Padahal biasanya pemasukan bisa mencapai 10 kali lipat dari pendapatan bulan- biasa.” Ujar pria yang akrab dipanggil Kang Hoed ini.

Saya juga melihat tutupnya tempat wisata, kurang mendapat perhatian, baik pemda setempat maupun pemrov. Harapan kami sebagai pelaku wisata, mohon perhatian kepada pemda/pemrov baik Bupati Pekalonan, Asip Kolbihi maupun Gubernur Ganjar Pranowo selama masa pandemi seluruh wisata tutup total, khususnya wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat bisa dapat pengganti sembako atau uang kebijaksanaan. Karena sudah tidak bekerja selama masa itu.” Pungkas Imam.  (Buono)

Berita terkait:

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kalipaingannew normalobyek wisata