close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Alih Fungsi Pendopo Lama Pekalongan Dinilai Komersial, Abaikan Nilai Sejarah Leluhur

alih fungsi lahan

Warta Desa, Pekalongan – Bangunan bersejarah Pendopo Lama Kabupaten Pekalongan kembali menuai sorotan publik. Alih fungsi bangunan yang dulunya merupakan pusat pemerintahan dan simbol budaya itu kini lebih mengarah pada kepentingan ekonomi dan bisnis, dibanding upaya pelestarian peninggalan leluhur.

Pendopo yang terletak strategis di Alun-Alun Pekalongan tersebut kini digunakan untuk kegiatan bernuansa komersial. Hal ini dinilai banyak kalangan sebagai bentuk pengabaian terhadap nilai-nilai sejarah dan warisan budaya yang seharusnya dilestarikan.

“Pendopo lama bukan sekadar bangunan tua. Itu simbol kejayaan dan perjuangan para pendahulu kita. Tapi sekarang malah digunakan untuk hal-hal yang lebih menguntungkan secara bisnis. Di mana tanggung jawab kita terhadap sejarah?” kata Mustofa, Selaku tokoh kab Pekalongan

Alih fungsi ini dikhawatirkan mempercepat hilangnya identitas budaya daerah. Terlebih, tidak ada langkah serius dari pemerintah daerah untuk mendokumentasikan atau menjaga nilai-nilai historis dari bangunan tersebut.

“Pendopo itu bisa menjadi pusat edukasi sejarah, museum, atau ruang seni budaya. Bukan malah diarahkan menjadi tempat bisnis tanpa nilai historis,” tambah Mustofa.

Warga juga mempertanyakan arah kebijakan pemerintah daerah yang dianggap lebih berpihak pada pertumbuhan ekonomi instan ketimbang pelestarian budaya jangka panjang. Banyak yang berharap agar pendopo lama dapat dikembalikan fungsinya sebagai ruang yang menghargai sejarah dan menjadi kebanggaan masyarakat Pekalongan.

Sementara itu, pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dan keluhan masyarakat ini. Desakan agar bangunan tersebut difungsikan kembali sesuai dengan nilai-nilai sejarah pun semakin menguat dari berbagai elemen masyarakat.

“Kalau warisan budaya kita terus dikomersialkan, maka generasi mendatang hanya akan mengenal sejarah lewat buku, bukan dari peninggalan nyata,” pungkasnya. (Agung Dwi Wicaksono)

 

QR Code

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : alih fungsi pendopoPekalonganpendopo lawas pekalongan