close
Bencana

Bupati Banjarnegara Turun Langsung ke Lokasi Longsor Pandanarum, Naiki Motor Butut Demi Capai Titik Bencana

banjar

Warta Desa, Pandanarum, Banjarnegara — Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, turun langsung meninjau lokasi bencana longsor besar yang melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum. Akses menuju lokasi yang rusak parah membuat rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan mobil dinas. Jalan yang retak, bergelombang, dan dinilai sangat berbahaya memaksa Bupati turun dari mobil dan berjalan kaki bersama tim BPBD.

Namun perjuangan tak berhenti di situ. Setelah berjalan kaki sejauh beberapa ratus meter, Bupati Amalia kemudian melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sebuah motor butut milik warga demi bisa mencapai pusat lokasi bencana. Aksi spontan ini menarik perhatian warga dan relawan yang melihat langsung kesungguhan sang Bupati dalam memastikan upaya penanganan berlangsung secepat mungkin.

Longsor Pandanarum: 28 Warga Belum Ditemukan, 2 Meninggal Dunia, 70 Rumah Tertimbun

Longsor besar yang terjadi pada Minggu malam tersebut meluluhlantakkan tiga dukuh: Situkung, Sijambe, dan Pringamba. Ketiga wilayah ini kini porak-poranda tertimbun material tanah, batu, dan pepohonan.

Dalam musibah memilukan itu, seorang warga bernama Tanto terlihat menangis histeris setelah kehilangan empat anggota keluarganya sekaligus — istri, anak, ibu, dan neneknya. Keempatnya hingga kini belum ditemukan. Kisah ini menggambarkan beratnya duka yang dialami warga Pandanarum.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas, 28 warga masih dinyatakan hilang, 2 orang ditemukan meninggal dunia, dan lebih dari 70 rumah tertimbun longsor.

“Seluruh rumah di wilayah rawan longsor sudah dikosongkan. Tim BPBD terus menyusuri titik longsor lebih dalam dan akan segera melaporkan perkembangan kepada Bupati,” jelas Eko BR dari BPBD Banjarnegara.

Puluhan warga yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan, sementara sejumlah lansia masih dirawat intensif di Puskesmas Pandanarum.

Ratusan Hewan Ternak Ikut Jadi Korban

Kerugian material juga terjadi pada sektor peternakan. Ratusan hewan ternak milik warga dilaporkan tertimbun atau belum berhasil dievakuasi. Tim gabungan dari BPBD, relawan, dan TNI terus berupaya mengeluarkan ternak dari lokasi terdampak, meski kondisi medan sangat labil dan berbahaya.

Bupati Banjarnegara: Evakuasi dan Pencarian Korban Jadi Prioritas Utama

Dari lokasi bencana, Bupati Amalia Desiana menyampaikan duka cita mendalam bagi seluruh korban terdampak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dan terukur dalam penanganan darurat.

“Prioritas kami adalah evakuasi, pencarian korban, pengamanan pengungsi, dan evakuasi hewan ternak. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan bekerja sama dengan petugas. Pemerintah bersama relawan terus bekerja maksimal,” tegasnya

Evakuasi Terus Berjalan di Tengah Cuaca Buruk

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung. Cuaca yang tidak menentu serta medan yang licin menjadi tantangan besar bagi petugas. Tim penyelamat juga terus mengingatkan warga sekitar agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. (Rohadi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : banjarnegaratanah longsor