close
Seni BudayaSosial Budaya

New Normal, tamu undangan hajatan dibatasi 20 orang bergilir

sukarso

Batang, Wartadesa. – Pandemi Korona berdampak bagi pelaku seni hiburan. Pembatasan sosial (sosial/physical distancing) membuat para pekerja seni hiburan praktis tidak ada pemasukan.

Wacana kelaziman baru (New Normal) yang bakal diterapkan di Indonesia saat ini ditindaklanjuti Pemkab Batang dengan merumuskan konsep “menggelar pernikahan” dalam era new normal saat pandemi Covid-19. Benarkah bisa menolong pelaku seni hiburan?

“Gara – gara tidak boleh ada hajatan pernikahan, para seniman musik tidak laku. Maka rencana rumusan konsep kita boleh hajatan maksimal dihadiri 20 orang, Secara bergantian dan jeda waktunya serta protokol kesehatan harus jelas,” kata Wihaji, Bupati Batang belum lama ini.

Konsep tersebut, masih menurut Wihaji masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Ini masih rumusan konsep tatanan kehidupan baru atau new normal dalam beraktifitas saat pandemi covid-19. sambil menunggu petunujuk pemerintah pusat,” katanya.

Sukarso, pelaku seni hiburan yang berprofesi sebagai emsi berpendapat bahwa konsep pembatasan tamu undangan hajatan hanya 20 orang secara bergiliran tidak akan efektif saat hiburan digelar. Saat hiburan digelar, selain tamu undangan, pasti akan ada kerumunan warga diluar tamu undangan yang datang untuk “menonton” dan menikmati hiburan yang dihelat saibul hajat.

Menurut Sukarto, pelaku hiburan seni lebih memilih aturan baku dari pemerintah pusat bahwa segala aktivitas warga diperbolehkan semua. “Menanggapi konsep kelaziman baru terkait seni hiburan saat hajatan, ojo grusa-grusu, tungg sampai aturan dari pemerintah (pusat) memperbolehkan semua (aktivitas), kalau masih ada batasan, apa artinya hiburan,” tuturnya Ahad (31/05).

Sementara itu, Purwono Aji, pemilik Lintang Production menganggap bahwa pelaksanaan kelaziman baru bagi “pekerja seni” adalah mereka–para pelaku  seni hiburan– mendapatkan job normal–pekerjaan seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Kalau saya bicara sebagai pekerja seni, tentang pembatasan tamu undangan pada saat pemberlakuan new normal, sebetulnya enggak masalah karena sebetulnya yang jadi masalah dalam tanda petik “PEKERJA SENI” itu kan karena mata pencaharian selama pandemi ini benar-benar mati dan nyaris enggak ada pendapatan, maka yang diharapkan tentunya mendapatkan job normal dan pendapatannya yang selama ini diharapkan itu pulih sediakala sekalipun harus diperlakukannya protokol kesehatan, artinya saya tegaskan, bahwa kami para pekerja seni karena kebanyakan mata pencahariannya dengan mengais rezeki melalui pentas dan akan mendapatkan imbalan sesuai harapan itu bisa benar-benar terwujud, tidak peduli, ada yang nonton atau tidak, yang penting ada job dan ada pendapatan, clear….” Ujarnya.

Namun, menurut Purwono, konsep pembatasan saat kelaziman baru, membuat kepuasan para pekerja seni berkurang. “Lain bicara sebagai insan seni atau Jiwa Seni, yang tolok ukurnya lebih kepada penyaluran hobby yang pada akhirnya merupakan kepuasan tersendiri bisa tampil bagus dihadapan penonton, apalagi penonton begitu membludak dan membanjiri konser, artinya semakin banyak pengunjung bisa dikatakan pasti bahwa konser kita berhasil dan bisa memikat penonton,” lanjutnya.

Pembatasan “penonton” menurut Purwono Aji akan mengurangi ruh dari digelarnya seni pertunjukan tersebut. “Jadi lebih ke arah kepuasan diri dibanding imbalan yang diterima, nah kalau cuman 20 orang, ya mending ikuti cara saya yang selama ini menghibur penonton melalui streaming, toh kita bisa tampil untuk bisa menghibur penonton, pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait:

Bagaimana pelaku seni dangdut Kota Santri bertahan ditengah pandemi Covid-19?

Terkait
10 pemudik Desa Kesesi hasil swabnya negatif

Kesesi, Wartadesa. - Sebanyak 10 orang pemudik yang tiba di Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Pekalongan, Selasa (04/05) langsung menjalani tes Read more

Festival Kampung Ramadan Karangjompo hasilkan program mitigasi bencana rob di Pekalongan

Karangjompo, Wartadesa. - Hujan sempat mengguyur Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan selama satu jam. Gelaran nonton bareng Film Dokumenter Read more

Siapkan keberlanjutan kepemimpinan, Baitul Arqom digelar

Kajen, Wartadesa. - Keberlanjutan kepemimpinan menjadi bagian penting dari organisasi berbasis kader, seperti Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpian Read more

Manfaatkan pulang sebelum larangan mudik, berikut kisahnya

BANYAK cara dilakukan pemudik untuk pulang kampung sebelum pemberlakuan larangan mudik mulai Kamis (06/05) mendatang. Sebagian besar perindu kampung halaman Read more

Tags : new normal. pekerja seni hiburan