close
EkonomiPendidikan

Optimalkan Tata Kelola Persediaan, Mahasiswa KKN UNDIP Perkuat Manajemen Stok UMKM Alfisya di Desa Randumuktiwaren

template berita foto warta desa(2)

Pekalongan, Warta Desa. – Upaya memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digalakkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) di wilayah Kabupaten Pekalongan. Salah satu inisiatif strategis dilaksanakan di Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, melalui program penguatan manajemen operasional yang menyasar sektor kuliner. Program ini dijalankan oleh Ragil Catur Fahriyanto, mahasiswa Jurusan Manajemen dan Administrasi Logistik, yang berfokus pada transformasi sistem pencatatan stok barang guna meningkatkan efisiensi dan profesionalisme usaha di tingkat desa.

Fokus utama dari program sosial kemasyarakatan ini adalah Toko Snack dan Catering Alfisya, sebuah usaha lokal yang memiliki peran aktif dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar. Berdasarkan survei mendalam yang dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, ditemukan fakta bahwa sistem pengelolaan logistik pada usaha tersebut masih sangat konvensional. Ibu Triana, selaku pemilik Catering Alfisya, mengungkapkan bahwa selama ini pencatatan stok bahan baku belum terdokumentasi secara sistematis dan hanya mengandalkan ingatan atau catatan alakadarnya. Kondisi ini sering kali memicu berbagai kendala operasional, mulai dari ketidaksesuaian jumlah fisik barang dengan data, kesulitan dalam merencanakan belanja bahan baku mingguan, hingga risiko terjadinya stok mati atau kedaluwarsa yang dapat merugikan arus kas usaha.

Menanggapi tantangan tersebut, Ragil Catur Fahriyanto merancang sebuah solusi manajemen persediaan yang bersifat hibrida, yakni menggabungkan metode pencatatan manual dan digital. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan adanya masa transisi yang nyaman bagi pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi baru. Langkah awal program ini diwujudkan melalui penyusunan buku stok manual yang telah dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan spesifik Catering Alfisya. Buku ini dirancang dengan format yang sangat sederhana namun mencakup variabel krusial seperti nama bahan baku, tanggal masuk barang, jumlah, satuan, hingga kolom keterangan untuk memantau pergerakan logistik secara harian.

Puncak pelaksanaan program berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026, yang diawali dengan sesi penyerahan buku stok manual tersebut kepada Ibu Triana. Tidak hanya sekadar menyerahkan dokumen fisik, mahasiswa pelaksana juga memberikan edukasi intensif mengenai tata cara pengisian kolom dan pentingnya disiplin administrasi logistik. Edukasi ini ditekankan pada bagaimana pencatatan yang tertib dapat menjadi instrumen pengambilan keputusan bagi pemilik usaha, terutama dalam memprediksi kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan ulang bahan baku agar proses produksi tidak terhambat.

Guna membawa UMKM Alfisya ke level yang lebih modern, program ini juga menyertakan pendampingan penggunaan aplikasi pencatatan stok berbasis ponsel pintar (HP). Pengenalan teknologi digital ini bertujuan agar data persediaan tidak lagi terbatas pada lembaran kertas, melainkan dapat diakses secara real-time kapan pun dan di mana pun. Dengan aplikasi ini, pelaku usaha dapat dengan mudah memantau fluktuasi ketersediaan bahan baku hanya melalui genggaman tangan, yang secara langsung mendukung efisiensi operasional dan akurasi data keuangan usaha.

Implementasi sistem manajemen stok ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh pihak pengelola Catering Alfisya. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNDIP, pemilik usaha kini mulai menyadari bahwa manajemen persediaan bukan sekadar urusan gudang, melainkan jantung dari keberlanjutan sebuah bisnis catering. Dengan adanya sistem yang lebih rapi dan terkontrol, diharapkan potensi kerugian akibat pemborosan bahan baku dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga margin keuntungan usaha dapat meningkat secara signifikan.

Ragil Catur Fahriyanto berharap bahwa inovasi sederhana ini dapat terus diterapkan secara konsisten oleh UMKM Alfisya bahkan setelah masa KKN berakhir. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi pemicu bagi pelaku UMKM lain di Desa Randumuktiwaren untuk mulai memperhatikan aspek manajemen administrasi sebagai kunci untuk naik kelas. Melalui sinergi antara pengetahuan akademis di bidang logistik dan semangat kewirausahaan warga desa, penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pekalongan optimis dapat terwujud secara berkelanjutan dan mandiri. (Redaksi)

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kkn undipumkm