close
EkonomiLayanan Publik

Sewa mencekik, pedagang UMKM terancam tak bisa jualan di rest area tol Batang

rest area batang

Batang, Wartadesa. – Harga sewa kios di rest area tol Batang mencekik pedagang UMKM, akibatnya cita-cita Bupati Batang, Wihaji untuk memberdayakan pedagang kecil di rest area tersebut terancam gagal. Demikian terungkap dalam rapat paripurna di ruang Dahlia, Kantor Setda Batang  Senin (20/05).

Rest area H-10 siap fungsional dan unruk posko kesehatan di rest area Candiareng Kecamatan Warungasem, Gondang Kecamatan Subah dan Plelen Kecamatan Gringsing semuanya minta dukungan dari Dinas Kesehatan Pemkab Batang, dengan tiga ship yang masing-masing tiga orang,” jelas Sekertaris Daetah Pemkab Batang Nasikhin.

Nasikhin mengungkapkan bahwa usulan Bupati Batang, Wihaji terkait kerjasama pedagang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Batang yang akan ikut berdagang di rest area disetujui oleh pengelola. Namun pengelola menarik sewa yang cukup tinggi, sehingga pedagang kecil harus mempertimbangkan untung ruginya.

“Tidak hanya itu, pihak pengelola pun melarang adanya pedagang asongan yang masuk rest area karena akan menggangu parkir pemudik dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.” Ujar Nasikhin.

Nasikhin menyebut harga sewa lapak di rest area sebesar Rp. 5-10 juta.  “Dari harga sewa UMKM berkisar Rp 5 juta bahkan sampai Rp 10 juta, sehingga pelaku UMKM masih menghitung prospeknya,” lanjutnya.

Meski demikian, Pemkab Batang mengaku sudah berkoordniasi dengan pengelola rest area agar mereka memberikan potongan biaya sewa untuk UMKM.

“Kalau memang dari Pengelola tidak ada keperpihakan dengan UMKM masyarakat Batang, Pemkab akan membantu memberikan subsidi sewa tempatnya,” jelas Nasikhin. (WD)

Tags : rest area batangumkm

Leave a Response