close
Layanan PublikPendidikan

Orang Tua Wali Murid SMK di Kesesi Keluhkan Biaya Kegiatan Luar Kota Rp 1,2 Juta

IMG-20250715-WA0021

Warta Desa, Pekalongan – Sejumlah orang tua wali murid  SMK NU Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pungutan biaya sebesar Rp 1,2 juta untuk kegiatan pembelajaran luar kota yang rencananya akan dilaksanakan ke Jakarta dan Bandung

Biaya tersebut dinilai terlalu membebani, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Kegiatan yang disebut sebagai “study tour” atau “kegiatan pembelajaran luar kelas” itu direncanakan akan berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan seluruh siswa kelas tertentu.

“Saya kaget ketika anak saya pulang membawa surat pemberitahuan harus membayar Rp 1,2 juta. Tidak semua orang tua mampu. Sekolah seharusnya mempertimbangkan kondisi ekonomi kami,” ujar seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Menurut informasi yang dihimpun, pembayaran tersebut dijadwalkan secara bertahap namun tetap dinilai memberatkan sebagian besar orang tua. Bahkan beberapa mengaku tidak diberi ruang untuk memilih ikut atau tidak, karena kegiatan ini disebutkan sebagai bagian dari program sekolah.

Keluhan juga ramai dibicarakan di grup media sosial wali murid, yang mempertanyakan transparansi penggunaan dana serta urgensi dari kegiatan tersebut. Beberapa mendesak agar pihak sekolah memberikan penjelasan rinci mengenai rincian biaya dan manfaat kegiatan bagi siswa.

“Kami tidak menolak kegiatan pembelajaran di luar kota, tapi kenapa harus mahal dan seolah wajib? Apakah tidak ada opsi lain yang lebih terjangkau?” ujar wali murid lainnya.

Tanggapan pihak sekolah yang di wakili oleh Didik Hardianto, S.T memberikan keterangan bahwa memang pihak sekolah akan mengadakan acara program keahlian akuntasi,dan otomotif di perusahaan ,di daerah jakarta bandung, dan salah satu dari pihak pengurus sekolah Wibowo selaku KTU menyampaikan bahwa ada sekitar 666 siswa yang mengikuti acara studi tour,dan bila di jumlah dari anggaran tiap murid 1.200.000 x 666 siswa total 799.200.000.dan di perkirakan akan menggunakan bus pariwisata 15 unit

Beberapa orang tua berencana mengajukan surat keberatan secara kolektif untuk meminta evaluasi dan penjelasan dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat. (Agung Dwi Wicaksono) 

 

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Kesesismk nu kesesistudi tour