Warta Desa, Kajen – Proyek pembangunan gedung perpustakaan dan toilet baru di SDN 1 Wonorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mulai dikerjakan. Namun, dalam pelaksanaannya muncul sorotan terkait proses pengadukan material pondasi yang tidak menggunakan mesin molen, melainkan dilakukan secara manual.
Pantauan di lapangan, mesin molen hanya terlihat terparkir tanpa difungsikan, dan terlihat tidak ada dilengkapi mesinnya. Sehingga molen tidak dapat dioperasikan untuk mengaduk.
Sementara pekerja mengaduk material secara tradisional.
Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan pada tahap awal pembangunan tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN 1 Wonorejo, Sujono, selaku penanggung jawab kegiatan pada hari Selasa (2/9/25) menjelaskan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap awal dan dikerjakan secara bertahap.
“Pekerjaan ini baru dimulai pada Kamis (28/8/25) mulai pembongkaran. Jadi jangan dilihat dari awalnya saja. Nanti lihat hasil akhirnya bagaimana,” ujar Sujono kepada wartawan.
Terkait penggunaan adukan manual untuk pondasi, Sujono, menilai hal itu bukan sebuah masalah. “Menurut saya tidak ada masalah, karena ini kan baru awal. Proyek berjalan bertahap,” tambahnya.
Meski begitu, penggunaan metode manual dalam pekerjaan pondasi kerap menuai kritik karena dikhawatirkan memengaruhi kualitas kekuatan bangunan. Apalagi proyek ini ditujukan untuk fasilitas pendidikan yang akan digunakan dalam jangka panjang oleh para siswa. (Agung Dwi Wicaksono)










