close
Hukum & Kriminal

Pulang Berobat dari Lereng Gunung Prau, Warga Kebumen Meninggal di Jalan

IMG-20220618-WA0011
Papan menuju rumah Mbah Suro. Foto: Andi Gunawan/Warta Desa

Kendal, Wartadesa. – Kabar meninggalnya salah seorang warga Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal di grup Whats App membuat geger. Pasalnya M (56 tahun) usai mendatangi kediaman Mbah Suro (bukan nama sebenarnya) di Desa Blumah  Kecamatan Plantungan masuk hutan lindung lereng Gunung Prau, meninggal dalam perjalanan pulang.

“Tolong sg genah pak lurah po kg sugen kon ng tegal..ono wong mati ng njorong wong bumen.” Demikian bunyi pesan dari salah seorang warga di grup WA yang kemudian tersebar ke beberapa grup lainnya, Jum’at (17/06/2022).

Penelusuran pewarta Warta Desa di lapangan, diketahui M datang di kediaman Mbah Suro untuk berobat. Kemudian korban pulang diantarkan oleh seorang warga Dusun Tegal Parto. Namun tidak jauh dari kediaman Mbah Suro, korban meninggal di jalan.

Malam itu juga Polisi setempat bersama pihak desa langsung menuju lokasi. Benar adanya bahwa memang ada orang meninggal di jalan yang mengarah ke tempat Mbah Suro.

Mbah suro, laki-laki paruh baya yang tinggal di hutan lindung selama hampir 15 tahun, sendiri dan melakukan kegiatan perambahan hutan termasuk alih fungsi lahan menjadi lahan pertanian.

Bulan Desember tahun 2021, Perhutani, DLHK bersama Pemerintah Desa Blumah kecamatan Plantungan, relawan Gunung Prau dan juga komunitas trail Gunung Prau sudah melakukan penertiban berupa pemindahan Mbah Suro ke kampung agar tidak lagi tinggal di hutan.

Alasan dari pemindahan oleh tim, selain menghentikan kegiatan perusakan hutan juga mengkawatirkan kondisi Mbah Suro sendiri. Orang tua, tinggal di hutan sendiri kalau terjadi apa-apa siapa yang bertanggung jawab? Karena selain melakukan kegiatan perambahan, Mbah Suro juga sering menerima tamu dari luar daerah, dengan tujuan meminta nomor togel atau berobat. Padahal dia bukanlah dokter atau tabib.

Hal ini menjadikan kekawatiran tambahan bagi tim, jika ada malpraktek akibat orang yang terlalu percaya kepada Mbah Suro. Pada saat itu dia minta waktu satu bulan untuk pemindahan, tapi sampai sekarang itu tidak dilakukan.

Baca: Keterusan Tinggal di Hutan Lindung Gunung Prau, Mbah Suro Minta Waktu Pindah

Yang dikawatirkanpun terjadi. Saat ini pihak terkait sedang melakukan koordinasi untuk melakukan tindakan penertiban agar kejadian serupa tidak terjadi. 

Pewarta kami menghubungi Kades Kediten melalui telepon guna meminta penjelasan informasi terkait kejadian yang terjadi di wilayah yang dipimpinya. Kades menyebut bahwa “Mbah Suro itu bukan dokter, kok ada saja orang yang berobat ke sana, saya juga heran.”

Kades Kaditen menambahkan, “sikap Pemerintah Desa Kediten hanya sebatas menutup akses ke rumah Mbah Suro agar tidak terulang hal seperti ini, karena bagaimanapun jalan menuju rumah Mbah Suro (S)  paling dekat adalah melalui Dusun Tegal Parto yang ada di Desa Kediten.

Mbah Suro sendiri merupakan warga Dusun Jiwan, Blumah, Kec. Plantungan yang kebetulan posisi rumahnya itu di atas Desa Kediten dan Blumah. Pas diperbatasan.

Dalam kesempatan lain Kades Blumah dihubungi melalui telpon juga menyebut bahwa, “jika memang kejadian ini berkaitan dengan keberadaan Mbah Suro, desa siap mengusir Mbah Suro dari hutan.”  Ujarnya.

Relawan gunung prau, bersama perhutani beberapa kali melakukan koordinasi dengan pemdes terkait, sebelum kejadian ini. Salah satu hasil yang didapat adalah Perhutani siap membantu material untuk pembangunan rumah sederhana di lahan yang disiapkan desa dan relawan juga siap membantu tenaga, serta sedikit materi untuk merealisasikan pembangunan rumah untuk Mbah Suro, asalkan desa bersedia. Waktu itu desa menyanggupi dengan catatan Mbah Suro minta waktu satu bulan untuk memindahkan sendiri rumahnya. Tapi sampai saat ini–sejak desember 2021 hal tersebut tidak dilakukan. Mbah suro masih tinggal di hutan sampai sekarang.

Perhutani melalui KRPH kenjuran berniat menegaskan sekali lagi untuk pemindahan mbah suro ke tempat yang lebih layak. “Nanti kita tunggu hasilnya setelah koordinasi dengan Desa Blumah,” tutur narasumber kami.

Hingga saat ini, Sabtu (18/06/2022) tim Inafis Polres Kendal sedang melakukan pemeriksaan lokasi kejadian. Petugas juga sedang meminta keterangan dari warga yang mengantarkan korban. (Andi Gunawan)

Terkait
Soal LPD DLHK Jateng, Garda Prau Minta Pengecekan Ulang

Kendal, Wartadesa. - Komunitas pecinta lingkungan Garda Prau Kabupaten Kendal, Jawa Tengah meminta agar Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Read more

Komunitas Garda Prau Jadi MMP/MPA

Kendal, Wartadesa. - Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, melalui Cabang Dinas yang berkantor di Pekalongan mengadakan pembentukan MMP/MPA di kecamatan Read more

BPSDA Libatkan Komunitas Jaga Kelestarian DAS

Kendal, Wartadesa. - Pelestarian fungsi dan manfaat sungai bagi kehidupan menjadi sangat penting, apabila warga terlibat dalam pengelolaan konservasi Daerah Read more

Keterusan Tinggal Di Hutan Lindung Gunung Prau, Mbah Suro Minta Waktu Pindah

SELASA kemarin (28/12/2021) petugas dari Perhutani RPH Kenjuran BKPH Candiroto KPH Kedu Utara diampingi oleh Kepala Desa Blumah, Kecamatan Plantungan, Read more

Tags : gunung prauKendalmbah Suro