Pemalang, Wartadesa. – Ratusan warga dari Dukuh Semiliran dan Desa Bantarbolang di Kecamatan Batarbolang Kabupaten Pemalang Jawa Tengah menggerudug Mapolsek Bantarbolang Pemalang. Kedatangan mereka menanyakan perkembangan kasus tabrak lari oleh truk pengangkut tanah urugan tol. (4/8).
Baca: Hendak dahului bus malah dihantam dumptruck, pelajar ini tewas ditempat
Seperti diberitakan Wartadesa kemarin. Sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar, Sumartoyo (15), warga dusun Semiliran, RT 5/1 Desa Bantarbolang, Bantarbolang terjadi di jalan raya Desa Lenggerong Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Kamis (3/8/2017) pukul 13.00 wib, siang.
“Pelajar yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter No. Pol. G 3063 FM tewas di tempat,” jelas Kasubbag Humas Polres Pemalang, AKP Lies.
Sumartoyo mengendarai motornya dari arah utara ke selatan. Sesampainya di lokasi kejadian yang berupa jalan menikung ke kiri, ia bermaksud mendahului sebuah bus angkutan umum dengan No. Polisi tidak diketahui. Bus tersebut sedang berhenti dan menurunkan penumpang.
Karena kondisi jalan yang menikung, saat mendahului bus tersebut, laju sepeda motor terlalu ke kanan dan keluar dari marka jalan.
Warga mempertanyakan kasus tabrak lari yang telah menelan banyak korban, namun pengungkapannya tak kunjung tuntas.
Ikut dalam rombongan warga ini, sejumlah tokoh agama dan guru. Mereka pun prihatin, kasus-kasus tabrak lari tersebut masih terus terjadi dan pelakunya tak kunjung dihukum.
Kasat Lantas Polres Pemalang AKP Riswanto membantah tudingan warga dan menyatakan kasus tabrak lari yang terjadi semuanya memang dalam proses pengungkapan.
Warga menghitung sedikitnya sudah empat warga yang tewas tertabrak truk pengangkut tanah urugan proyek jalan tol. Warga minta para pengemudi truk yang menabrak menyerahkan diri atau warga akan mengambil langkah memblokir jalan truk yang melewati desa mereka. (WD)










