close
rekontruksi

Simalungun, Wartadesa. – Untuk melengkapi alat bukti kasus pembunuhan terhadap seorang ibu guru cantik Elfi Manik (26) yang mengajar di SMP Cinta Rakyat 2 Pematang Siantar oleh tersangka YS, Polres Simalungun menggelar rekonstruksi peristiwa maut itu di Aspol Simalungun jalan Sangnawaluh Pematang Siantar, Jumat (18/2) sekira pukul 10.30 WIB.

Gelar rekonstruksi dipimpin langsung Kasatreskrim AKP Ruzi Gusman disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejaksaan Negeri Simalungun, awak media serta kolega korban yang mendapat pengawalan ketat dari satuan Sabhara Polres Simalungun dipimpin Kasat Sabhara AKP HM syafi’i.
Ada 25 adegan diperagakan tersangka YS pada gelar rekonstruksi yang pada saat malam kejadian diawali dia duduk duduk di teras depan rumahnya sambil mengamati rumah korban yang jendelanya tidak bertirai. 

Diduga saat itu muncul niat pelaku untuk mencuri yang selanjutnya sekira pukul 03.00 Wib, dia mendekati rumah korban lalu mengintip seisi rumah dan melihat ada handphone dibelakang tubuh korban yang lagi tertidur, kemudian dia berusaha masuk dari jendela yang tidak terkunci dengan baik. 

Saat berhasil masuk, pelaku mengambil handphone korban dan memasukkannya ke saku celana. Namun tak di sangka tiba tiba korban terbangun kaget dan berteriak maling. 

Takut jeritan Elfi di dengar warga sekitar dan malu aksinya ketahuan, dia membungkan mulut korban dengan tangan. Namun upayanya mendapatkan perlawanan dari korban dengan gigitan pada tangannya yang menyebabkan berdarah. 

Karena mendapat perlawanan, dia menarik menghempaskan tubuh korban ke lantai lalu mencekik leher korban hingga tak berdaya sejurus menyeretnya ke dalam kamar dilanjut mengambil 2 buah cicin dari jari korban. 

Usai menguasai barang berharga, dia menuju dapur untuk membuka pintu lalu kembali ke korban untuk mangangkat dan membuangnya. Tapi dilihatnya Elfi masih bergerak dengan posisi terlentang sembari beteriak lemah minta tolong yang membuat tersangka kembali mencekik leher korban.

Melihat korban tak bergerak lalu dia mengangkat dan meletakan korban pada sebuah lubang di belakang rumah dengan posisi telungkup yang selanjutnya meninggalkan korban untuk memantau situasi aman sekitar. 
Dirasa aman, dia kembali mendatangi korban guna membuangnya. Namun saat itu dia mendapati kaki korban begerak, kembali dia mencekik sadis leher ibu guru malang itu hingga tak bergerak lagi. 

Selanjutnya dia memikul tubuh korban menuju irigasi persawahan ditaksir 200 meter dari rumah korban di desa Lumban Buntu Laras II Kecamatan Siantar Sumatera Utara, yang selanjutnya menjadi TKP penemuan mayat wanita cantik korban pembunuhan Sabtu (22/12) lalu sekira pukul 15.30 
Tidak hanya diletakkan, diduga untuk menghilangkan jejak dia menimpa tubuh korban dengan pelepah sawit agar tak terlihat karena tenggelam ke dasar irigasi.

Aksi tersangka YS belum berhenti. Usai membuang tubuh gadis asal Samosir ini, dia kembali ke rumah korban untuk membersihkan darahnya sendiri dan merapikan TKP serta mematikan lampu dan televisi yang menyala saat tragedi maut itu berlangsung. 

Sebelum meninggalkan rumah korban dia mengambil tas dan selimut berdarah, lalu melalui pintu belakang dia menuju irigasi berjarak 800 meter untuk membuang selimut dan tas yang berisi uang 135 rb selanjutnya meninggalkan lokasi pada dini hari itu. 

Sekedar info, pasca penemuan mayat korban Elfi Manik Desember lalu, pihak Polres Simalungun terus bekerja keras mengungkap pelaku dan motif pembunuhan sadis ini. Namun pada akhirnya upaya itu membuahkan hasil dengan meringkus tersangka di Padang Sidempuan Tapanuli Selatan Minggu (6/1) .

Akibat perbuatannya, pelaku di jerat dengan Pasal 340 subsider pasal 339, subs pasal 365 KUHPidana dengan ancaman seumur hidup. (wd-bay) *

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pembunuhan guru cantikrekonstruksi