Pekalongan Kota, Wartadesa. – Ribuan aktivis organisasi masyarakat (ormas), organisasi kemahasiswaan dan berbagai elemen lainnya di wilayah Pekalongan dan sekitarnya menggelar peserta aksi bela Palestina. Aksi yang dimulai selepas sholat Jum’at di depan Masjid Agung Kota Pekalongan, dilanjutkan dengan longmarch ke Monumen 45 di jalan Pemuda Pekalongan. Jum’at (15/12).
Massa berorasi secara bergantian, dilanjutkan dengan pembakaran replika bendera Amerika Serikat dan penggalangan dana untuk Palestina.
Baca: Aksi bela Palestina hari ini digelar, 10 ribu bendera Amerika Serikat akan dibakar
Abu Ayyash, Koordinator Bela Palestina meminta agar Pemerintah Republik Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Jerusalem telah ditetapkan oleh PBB dalam status quo. Tapi Donald Trump secara sepihak mengklaim sebagai ibukota Israel. Permasalahan ini bukan hanya masalah teritorial semata, tetapi sudah melukai seluruh umat muslim di dunia. Tutur Ayyash.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi ini diikuti oleh ormas, mahasiswa dan masyarakat dari FPI, LMP, GPK, PPP, PKS, HMI, PII, KOKAM, Gagak dan beberapa lainnya.
Aksi ini berlangsung tertib seperti yang dijanjikan oleh Koordinator Aksi, Andi Sumarwanto. Arus lalulintas dari arah Jakarta menuju Semarang dialihkan oleh petugas saat berlangsungnya aksi, Usai melakukan orasi, peserta meninggalkan lokasi dengan tertib. (Eva Abdullah)










