Pemalang, Wartadesa. – Hidup sebatangkara dan tidak ada yang merawat cacat fisik sejak lahir, W (49) nekad mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Warga Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah ini sejak lahir menderita cacat, untuk hidup sehari-hari dia menggantungkan belas kasihan orang lain.
W yang merupakan warga Dukuh Kalilejo Rt. 02/05 Desa Kuta ini ditemukan oleh tetangganya Karso (47) dan Supriyono (46) tergantung pada tali ikatan di kusen pintu dapur rumahnya, Rabu (07/03) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kedua saksi akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak desa dan perangkat desa, setelah menerima laporan warga tersebut, langsung memberitahu pihak kepolisian setempat.
Setelah dilakukan olah TKP dan keterangan dari tim medis bahwa tidak ada tindak kekerasan dari benda tajam atau tumpul ditubuh korban.
”Selama hidupnya korban hidup sebatangkara tidak ada yang merawat dan memiliki cacat fisik sejak lahir, untuk keseharian hidupnya menggantungkan belas kasihan orang lain untuk mendapatkan makan,” kata Kades Desa Kuta, Samsuri yang berada di lokasi.
Samsuri menambahkan hingga saat ini belum diketahui motif korban melakukan bunuh diri. Jenazah sudah dimakamkan oleh pihak desa. (Eva Abdullah)










