Batang, WartaDesa. – Kecelakaan yang merenggut tiga korban meninggal dan 10 orang luka-luka di tanjakan Sikleses, Dukuh Sipule, Desa Kluwih, Bandar, Batang mengakibatkan sopir kereta kelinci (odong-odong) yang membawa rombongan ‘iring-iring manten’ pulang dari Karangdadap, diperiksa petugas kepolisian.
Polres Batang masih melakukan penyelidikan kasus yang terjadi pada Jum’at (18/12) sore kemarin. Kasatlantas Polres Batang, AKP Doddy Triantoro, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi odong-odong tersebut. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi atas kecelakan tersebut,” jelasnya Sabtu.
Menurut Doddy, tajakan Sikleses merupakan tanjakan terjal dan sering terjadi kecelakaan. “Odong-odong itu harusnya tidak digunakan di jalan raya, jadi jelas hal itu melanggar aturan,” imbuhnya.
Sementara itu, satu diantara keluarga korban kecelakaan dirawat di RSUD Kalisarai Batang, Muhammad Nadi merasakan kebingungan biaya perawatan selanjutnya. Korban luka sudah diperbolehkan pulang, namun demikian mereka masih menjalani rawat jalan. “Biaya perawatan selanjutnya saya masih mikir, ya pokoknya minta Jamkesmas bisa digunakan saja,” tuturnya. (Bono)
Berita terkait:
Tak kuat nanjak di Kleses Bandar, kereta kelinci masuk jurang










