Batang, Wartadesa. – Bocornya sumur gas milik PT Geo Dipa Energi (Persero) sejak tiga bulan lalu menyababkan warga di Kabupaten Batang merugi terkena uap dan garam, sehingga tanaman pertanian mati dan atap rumah yang terbuat dari seng banyak yang rusak.
“Kejadian itu berawal 3 bulan lalu ketika salah satu sumur pengeboran atau sumur produksi mengalami kebocoran sehingga asapnya tidak bisa lagi di kontrol.” Tulis Wonosobozone.

Terkait dengan kerugian warga tersebut, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki F. Ibrahim menyampaikan permintaaan maaf pada masyarakat yang terkena maupun terdampak kebocoran gas tersebut.
“Atas nama perusahaan, kami minta maaf pada masyarakat terhadap kejadian itu. Musibah bocornya sumur gas memang di luar kontrol dan bukan faktor kesengajaan dari kami,” katanya.
Ia mengatakan perusahaan berkomitmen akan menyelesaikan atau membetulkan kerusakan kebocoran sumur gas itu, serta pemberian kompensasi pada warga terdampak.
“Perusahaan berkomitmen memberikan kompensasi sebagai penggantian tanaman warga. Kendati demikian, pemberian kompensasi ini akan melalui proses,” katanya.
Terkait dengan dampak kebocoran gas, Pemerintah Kabupaten Batang, melakukan pengecekan tingkat kerugian masyarakat Desa Pranten yang ditimbulkan oleh kebocoran sumur gas milik PT Geo Dipa Energi Dieng Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (16/5/2017).
Penjabat Bupati Batang Siswo Laksono di Batang, Selasa (16/5/2017), mengatakan bahwa pemkab ingin mengetahui bagaimana tanggung jawab PT Geo Dipa Energi terhadap kompensasi masyarakat terdampak serta penyelesaian penanganan kebocoran sumur gas itu.
“Akan tetapi, setelah kami bertemu dengan Direktur PT Geo Dipa Energi ternyata masalahnya sudah ada kesepakatan dengan masyarakat terdampak. PT Geo Dipa Energi siap memberikan santunan atau kompensasi pada masyarakat terdampak,” katanya.
Ia mengimbau pada masyarakat terdampak segera menyerahkan apa yang menjadi persyaratan untuk mendapatkan pemberian kompensasi oleh PT Geo Dipa Energi Dieng.
“Kami berharap pada masyarakat setelah seleseainya pembayaran kompensasi klaim pertanian agar segera dibelikan bibit tanaman pertanian. Kami minta masyarakat mulailah menanam kembali agar keberlangsungan hidup tetap berjalan dan tidak ada yang dirugikan,” katanya.
Sumber : Wonosobozone, Antara










