Batang, Wartadesa. – Akibat sopir pengangkut material tanah tol, H 1365 NW yang diduga milik PT Waskita yang ugal-ugalan hingga tabrak lari dengan korban seorang gadis, Maulida Arifinai (19), warga Desa Masin hingga tewas, warga melakukan pembloliran akses jalan tol Batang. Ahad (03/12) malam.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Maulida meninggal di tempat karena terlindas ban dam truk.
Kronologi kejadian, menurut Rofik, kakak korban, kecelakaan itu berawal saat sebuah truk H 1365 NW memotong jalur lintasan Masin-Pekalongan menuju jalan tol.
Saat itu, kata Rofik, truk pengangkut tanah tidak kuat menanjak sehingga truk mundur. Akan tetapi saat bersamaan muncul sepeda motor yang dikendarai oleh Maulida sehingga truk menabrak korban hingga masuk ke kolong truk.
“Massa yang sudah lama memendam rasa kesal akhirnya merobohkan sebuah mobil di jalur tol yang berada di dekat permukiman Desa Masin. Adapun truk berusaha dirobohkan tetapi tidak berhasil. Kami merasa jengkel karena sopir truk juga melarikan diri,” kata Rofik.
Kecelakaan tersebut akhirnya memicu massa melakukan aksi blokade jalan. warga merobohkan sebuah mobil H 1724 NY milik PT Waskita di proyek pembangunan jalan tol dan satu truk pengangkut tanah didorong ke tengah lintasan jalan Desa Masin untuk dirobohkan.
Personel Kepolisian Resor (Polres) Batang yang datang ke lokasi kejadian, tidak mampu mencegah aksi massa itu sehingga akses jalan itu ditutup.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, AKP Adiel Aristo mengatakan bahwa polisi sudah mengamankan pengemudi truk yang diduga menabrak seorang warga Desa Masin tersebut.
“Kami berharap pada warga DEsa Masin tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang melawan hukum agar proses kasus kecelakaan itu bisa secepatnya diselesaikan,” kata Adiel.
Hingga dinihari pukul 00.00 WIB, massa masih melakukan aksi blokade jalan Warungasem-Masin. (WD, Antara)










