Warta Desa, Paninggaran. – Geram karena Pemerintah Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan dalam bulan Legeno (penanggalan Jawa) tidak menghelat pagelaran wayang. Pemuda setempat ramai-ramai mengupload meme dan didistribusikan di platform WhatsApp.
Cerita atau story WhatsApp yang diungah ini bahkan dipos ulang oleh warga lainnya diluar kecamatan Kandangserang. Meme yang beredar masif ini merupakan gambaran kekecewaan para warga utamanya pemuda desa setempat. Lantaran acara Legenanan, acapkali disebut sedekah bumi merupakan acara yang memadukan wujud syukur warga atas panen hasil bumi yang melimpah dan hiburan bagi warga.
Perangkat desa Garungwiyoro, Edi (40) saat dikonfirmasi Warta Desa pada Jum’at (23/05/2025) membenarkan beredarnya meme di media sosial tersebut. “Desa Garungwiyoro tidak mengadakan pagelaran wayang. Leaflet yang beredar saat ini itu fiktif. Kami tidak tahu siapa yang menyebarkannya,” ujarnya.
Sepertinya itu buat lucu-lucuan saja, lanjut Edi.
Meme adalah suatu ungkapan emosi (senang, sedih, marah), bisa juga suatu maksud, diungkapkan berbentuk tulisan, saat ini di sertakan pada media visual misalnya gambar yang dianggap mewakili perasaan dan maksud tersebut.
Dengan masifnya meme pagelaran wayang ini warga Desa Garungwiyoro sebenarnya menyampaikan protes dan aspirasinya, bahwa sebagai budaya turun-temurun, tak selayaknya acara sedekah bumi menghilangkan fungsi hiburan warga dengan menanggap wayang. (Aan)










