close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Tak tahan dipukuli seniornya, tiga anak ini kabur dari Ponpes di Proto

kabur dari pondok

Wiradesa, Wartadesa. – Tak tahan dengan ulah seniornya yang selalu memukuli dirinya, tiga santri Pondok Pesantren Salafiyah Proto Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan memilih kabur. Rabu (15/2).

Diki bin Budiman (11), warga Jakarta Utara yang sementara tinggal di rumah ibu tirinya di Pemalang, Kiki bin Muhammad Imam (10) warga Dororejo Kecamatan Doro dan Zakaria bin Wandi (13) warga Bojongnangka Desa Talupan Kabupaten Pemalang ditemukan sekitar Pukul 20.00 WIB di pinggir jalan Desa Bondansari Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pemalang.

Menurut keterangan, ketiga anak tersebut meninggalkan pondok karena tidak tahan dengan perlakuan seniornya yang sering memukul. Demikian dilansir dari tribratanewskajen.

Pihak Polsek Wiradesa telah menghubungi pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Proto untuk menjemput ketiga anak tersebut. (tribratanewskajen)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kabur dari pondok