Kedungwuni, Wartadesa. – Pengenalan teknologi sekaligus menanamkan disiplin sejak dini kepada santri Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Usmanul Anwar, Capgawen Selatan Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dilakukan dengan cara menarik. Pengasuh MDA Usmanul Anwar menerapkan presensi (mesin pencatat kehadiran) dengan fingerprint.
Kepala MDA Usmanul Anwar, KH. Farkhi mengungkapkan bahwa penerapan presensi dengan fingerprint ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi kepada pasa santri sebagai penunjang pendidikan.
“Kami mengenalkan teknologi kepada para santri sebagai penunjang pendidikan dan untuk melatih kedisiplinan belajar. Dengan harapan supya para santri selain mengerti ilmu agama Islam juga mengerti ilmu lainnya,” demikian disampaikan KH Farkhi saat diwawancarai Wartadesa, Selasa (4/4).
KH Farkhi menambahkan, adanya fingerprint ini juga untuk mendisiplinkan santri dan meminimalisir kesalahan dalam pencatatan kehadiran santri.
Kehadiran mesin presensi fingerprint ini disambut gembira oleh santri. Uwais al-Qorni mengatakan bahwa presensi dengan fingerprint ini berdampak bagus bagi para santri, “Bagus buat santri karena akan lebih semangat masuk sekolah, selain itu juga menyenangkan mencoba mesin presensi ini.” Ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh salah seorang pengajar di MDA Usmanul Anwar, Mufti Zamani memandang bahwa dengan penerapan presensi fingerprint, pembelajaran lebih efisien dan hemat waktu. “Pembelajaran jelas lebih maksimal, karena waktu tidak terbuang untuk mengabsen santri satu persatu, sehingga pembelajaran lebih efektif dan efisien,” tandasnya. (Bono)










