close
pers rilis agus

Kesesi, Wartadesa. – Beredarnya informasi dari broadcast pesan di media sosial maupun posting media sosial terkait terduga teroris asal Kabupaten Pekalongan yang merupakan guru di SMK Muhammadiyah Kesesi ditanggapi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesesi dengan membuat rilis media, bahwa AR ataupun Agus Riyadi bukan bagian dari SMK Muhammadiyah Kesesi.

Baca: Terduga Teroris Asal Pekalongan Ditembak mati Densus 88

*PERNYATAAN RESMI PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH KESESI*

Bahwa SMK Muhammadiyah Kesesi tidak memiliki Guru yang bernama Agus Riyadi. Berkaitan dengan berita yang secara meluas sudah beredar maka perlu kami klarifikasi agar tidak terjadi fitnah dikemudian hari.

Bahwa Sdr. Agus Riyadi pernah bekerja di SMK Muhammadiyah Kesesi pada mei 2014 hingga Juni 2015, selama satu tahun Sdr. Agus Riyadi melakukan tugasnya sebagai guru dengan baik dan tidak ada indikasi penyimpangan, sesuai dengan surat pengunduran diri yang disampaikan kepada Kepala SMK Muhammadiyah Kesesi tertanggal 22 Juni 2015 bahwa alasan pengunduran dirinya karena ingin fakus berwirausaha dengan membuka toko ATK dan Madu.

Semenjak surat pengunduran diri itu sudah tidak ada kerjasama yang intens antara SMK Muhammadiyah Kesesi dengan Sdr. Agus Riyadi sehingga terjadinya peristiwa terduga teroris ini bagi kami cukup mengagetkan.

Dan kami tegaskan bahwa Sdr. Agus Riyadi bukan termasuk warga muhammadiyah kesesi.
Demikian semoga persrilis ini bisa menjadi kejelasan bagi yang berkepentingan

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesesi
Moh. Yahya, BA

Seperti diberitakan Wartadesa sebelumnya, satu tersangka diduga teroris asal Pekalongan ditembak mati oleh Densus 88 bersama tiga tersangka lainnya di Cianjur. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.45 di Terminal Pasir Hayam, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Ahad (13/05).

Identitas tersangka diketahui BBN (20) warga Kebayoran Jakarta Pusat, DCN (23) warga Kebumen Jawa Tengah, AR (35) warga Pekalongan Jawa Tengah, dan HS (23) warga Lampung Utara. (Eva  Abdullah)

Tags : densus 88MuhammadiyahSMK Muhammadiyah Kesesiteroris