Kesesi, Wartadesa. – Seorang sontoloyo (pengembala bebek), Warsono (65), warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan meninggal akibat tersambar petir di persawahan desa setempat, Selasa (25/12) siang.
Warsono yang setiap harinya mengembala bebek, saat kejadian sedang menggembala ternaknya di persawahan dekat penggilingan padi Dukuh Kaibahan, Desa Kaibahan. Saat mengembala kemarin, hujan lebat disertai petir menyambar-nyambar, hingga dia tersambar petir.
Saksi mata yang melihat kejadian, Agus, mengungkapkan bahwa saat itu dia bersama rekannya, Paing, berada di persawahan Dukuh Kaibahan. Sekitar pukul 13.45 WIB, dia melihat Warsono tersambar petir. Saksi dan rekannya mendatangi dan mengecek kondisi korban, ternyata korban meninggal. Agus dan Paing kemudian membawa jenazah Warsono ke rumah korban.
Keterangan dari petugas kepolisian menyebut bahwa korban meninggal lantaran tersambar petir. “Menurut keterangan dari petugas medis dari Puskesmas Kesesi yang memeriksa korban secara langsung menyimpulkan tidak ditemukan tanda janggal kematian atau tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelas Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom. (WD)










