Wonopringgo, Wartadesa. – Kelangkaan tabung elpiji ukuran 3 kg, atau lebih dikenal dengan tabung gas melon di Kota Santri membuat warga kelimpungan. Pasalnya kelangkaan tersebut disinyalir karena pengurangan pasokan ke Agen. Selain itu warga juga mengeluhkan bahwa peredaran gas melon di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, tidak sesuai peruntukan.
Sardono, warga Wonopringgo mengungkapkan bahwa saat ini dia kesulitan untuk membeli gas elpiji ukuran 3 kg, “Sulit sekali mencari tabung gas yang tiga kilo, kabarnya mau naik lagi ya?” ujarnya sambil bertanya, Selasa (12/9).
Mendengar keluhan masyarakat khususnya di Wilayah hukum Polsek Wonopringgo Kapolsek Wonopringgo Polres Pekalongan Polda Jateng AKP Aries TH, melaksanakan patroli dan pengecekan ke Agen Gas Elpiji 3Kg,Selasa (12/9).
Menurut AKP Aries, kelangkaan tabung melon di Kota Santri karena pengurangan aasokan atau pengiriman ke agen dan pangkalan yang dibatasi, hal ini mengakibatkan masyarakat menjadi kesulitan untuk mendapatkan Gas Elpiji 3 kg tersebut.
Warga juga mengeluhkan penjualan tabung gas elpiji 3 kg penjualannya tidak tepat sasaran. Gas melon malah dijual pada banyak pengusaha besar. Tambah Aries.
Kapolsek Wonopringgo AKP Aries TH mengatakan patroli tersebut merupakan sebuah respon cepat yang dilakukan oleh Polsek Wonopringgo sehingga terjalin rasa kemitraan antara Polri dengan masyarakat. (WD)








