Pemalang, Wartadesa. – Warga Paduraksa yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Paduraksa Cinta Padamu, menggelar demo terkait jalan yang rusak akibat dilalui truk dam pengangkut material tanah urugan untuk jalan tol Pemalang-Batang, Kamis (26/10).
Puluhan warga membawa spanduk bertuliskan Bangun segera pasar paduraksa atau Golput di Pemilihan Gubernur, Awas!!! sopir angkutan material Urugan/Dumptruck ngebut kami bakar, Ketidak jelasan 4pembangunan pasar menambah ketidaknyamanan pedagang dan pembeli, Kami cuma minta Lumpur Bersih dari jalan, Jalan berlubang segera urug dan ratakan, Debu disiram tidak lebih, Trotoar segera dibangun, Menolak Boulevard.
Warga juga menggelar spanduk bertuliskan, Kalau tahu mau disengsarakan seperti ini, kami lebih cinta pasar lama, Disini sudah tak terhitung kecelakaan kesabaran kami sudah tak tersisa.
Demo yang digelar sejak pukul 09.30 WIB tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak. Mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalan yang ramai dilewati oleh warga Pemalang. Selain itu, warga juga membawa kain putih berbentuk pocong sebagai simbol nurani pemerintah setempat yang mati rasa melihat kondisi jalan tersebut.
Warga selanjutnya melakukan longmarch menuju ke DPRD kabupaten pemalang untuk melanjutkan acara audiensi dengan Komisi B dan C DPRD Kabupaten Pemalang.
Saat diterima oleh Fahmi Hakim, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Koordinator Aksi, Andi Rustono mengungkapkan bahwa tujuh tuntutan yang diajukan warga terkait denan jalan yang rusak akibat proyek tol Pemalang-Batang. yaitu, pertama, segera perbaiki jalan berlubang disepanjang jalan raya DI Panjaitan (Bojongbata-Kecamatan, Saradan, Sewaka, Pasar Paduraksa), bersihan lumpur, debu karna dampak Pembangunan Jalan tol. Kedua, bongkar Boulevard lama di depan pasar Paduraksa. Ketiga, tunda dahulu pembangunan boulevard baru atau tidak ada sama sekali sepanjang jalan di Paduraksa.
Selanjutnya, keempat, segera selesaikan pembangunan trotoar sepanjang DI Panjaitan dengan menguras lebih dulu saluran irigasi yang ada dibawahnya. Kelima, pindahkan/relokasi pasar (Paduraksa) sekarang ke tempat relokasi baru di Timur pasar lama dengan pertimbangan aspek keamanan, keenam, adanya penjelasan pembangunan Pasar Paduraksa. Ketujuh, beri lampu penerangan di jalan raya Paduraksa-Kramat, dari tanjakan Paduraksa ke pemakaman Adilayu.
Sementara itu pihak kepolisian setempat melakukan pengamanan terbuka dan tertutup dengan mengerahkan 63 personil yang dipimpin oleh Kasat Sabhara, AKP Trio Prabowo dan Kapolsek Pemalang kota, AKP Tarhim. (WD, HP)










