Sragi, Wartadesa. – Ada fenomena menarik di wilayah Sragi paska tragedi yang terjadi secara beruntun di kali Sragi Lama (area Desa Kalijambe-Purworejo_red). Beberapa warga setempat melakukan kegiatan ‘slametan’ dengan membuat bubur kemudian dilarung ke sungai. Warga menyebutnya dengan larung bubur sengkolo.
Salah satu warga kelahiran Desa Purworejo Kecamatan Sragi mengatakan keluarganya juga membuat bubur keselamatan, “Yah… keluarga besar saya membuat bubur, ada 23 bubur yang dibuat keluarga kami, setelah dipanjatkan do’a bubur kamu larungkan ke Sungai,” ucap Rohani.
Rohani sendiri tidak tahu siapa yang memulai larung bubur slametan tersebut, lanjutnya, menurutnya informasi untuk membuat bubur yang kemudian dilarung tersebut beredar dari mutut-kemulut warga.
“Saya sendiri tidak tahu siapa yang memulai. Tapi informasi itu beredar dari mulut-kemulut warga. Utamanya ibu-ibu, menurut mereka diperintah oleh tokoh atau tetua desa,” lanjut Rohani.
Wulandari, salah seorang warga Kalijambe, pun mengiyakan adanya fenomena tersebut. “Kami sekeluarga ya nunut saja (ikut-ikutan), ada tetangga yang melarung bubur untuk keselamatan ya kami ikuti. Untuk tolak bala,” tuturnya. (Amar Mahesa)










