Warta Desa, Pekalongan, 16 Juni 2025 – Seorang perempuan muda berinisial RA, warga Desa Wangkelang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, diduga menjadi korban tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh mantan tunangannya sendiri, PR (28), yang juga merupakan warga desa setempat. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 6 Maret 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, dan kini telah dilaporkan ke Polres Pekalongan dengan nomor laporan STTP/76/III/2025/SPKT.
Kronologi bermula dari hubungan pertunangan antara RA dan PR yang dimulai sejak Mei 2024. Selama masa pertunangan, keduanya kerap terlibat cekcok, terutama karena sikap cemburu dari pihak PR. Pada Januari 2025, keduanya sepakat mengakhiri pertunangan dan telah saling mengembalikan cincin.
Namun, pada awal Februari 2025, PR kembali menghubungi RA melalui pesan WhatsApp, meminta agar hubungan mereka dilanjutkan. Permintaan tersebut ditolak oleh RA.
Puncaknya terjadi pada Kamis malam saat RA pulang sendirian dari masjid dan mendapati rumah dalam keadaan gelap akibat listrik padam. Ketika masuk kamar sambil menyalakan lampu senter dari ponselnya, RA dikejutkan dengan kehadiran PR yang sudah berada di atas lemari kamar. PR kemudian meloncat turun, berteriak, dan mengejar RA ke ruang tengah.
“Pelaku langsung memegang dan mencekik leher saya dengan kedua tangannya. Saya kesulitan bernapas. Untungnya, ibu dan nenek datang menolong dan berhasil melepaskan cengkeraman pelaku,” ungkap RA dalam laporannya.
Suasana pun menjadi gaduh dan mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian. Setelah insiden itu, keluarga korban segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Kapolres Pekalongan melalui Kanit PPA Aiptu Anton Purnomo membenarkan laporan tersebut. “Kasus ini sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kami akan menangani perkara ini secara profesional,” ujarnya.
Warga Desa Wangkelang mengecam tindakan kekerasan tersebut dan berharap aparat penegak hukum bertindak tegas. Sementara itu, RA masih dalam pemulihan dari trauma atas kejadian yang dialaminya. (Rohadi)
![QR Code]()










