Kota Pekalongan, Wartadesa. – Hingga Kamis (04/03) air yang merendam wilayah Kramatsari, Kota Pekalongan belum juga surut. Satu pompa yang beroperasi untuk menyedot air di permukiman warga dan membuangnya ke sungai, belum juga menjadi penyelesai masalah banjir.
Walikota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid yang akrap disapa Aaf mengungkapkan bahwa penanganan banjir di Kota Batik tidak bisa dilakukan secara sporadis. Ia menginginkan dilakukan secara serius, yakni dilakukan perencanaan matang dan terperinci melalui penyiapan blueprint.
“Gak bisa dilakukan secara sporadis. Melainkan harus ada blueprint atau terkonsep. Makanya diperlukan perencanaan matang dan terperinci,” ujar Aaf, Kamis (04/03).
Aaf meminta seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) segera menyelesaikan blueprint. “Kami meminta kepada OPD terkait bahwasannya blueprint drainase di Kota Pekalongan harus ada dan segera diselesaikan. Perencanaan pembangunan harus memanggil konsultan supaya program pembangunan maupun penanganan banjir ini tepat sasaran, jangan hanya dibangun di wilayah kelurahan A sudah diatasi namun berdampak di kelurahan B, jadi perlu kedua hal tersebut baik blueprint maupun tenaga konsultan berkompeten,” lanjutnya.
Walikota Pekalongan menyebut bahwa pengerjaan dalam mengatasi permasalahan banjir ini tidak boleh setengah-setengah, mengingat program pembangunan ini bersifat multiyears dan berkelanjutan, meski di tengah penyesuaian anggaran daerah yang terbatas, namun program pembangunan dan penanganan banjir yang dilaksanakan berjenjang tersebut harus segera dilakukan.
Menurut Aaf, tiga faktor pendukung dalam penanganan banjir yakni pembenahan sistem drainase yang ditangani secara baik, normalisasi sungai dan pembangunan tanggul-tanggul dan sumur pompa yang perlu dilakukan secara sinergis dari pemerintah daerah hingga level pusat. (Bono)










