Pemalang, Wartadesa. – Empat orang Anak Buah Kapal (ABK) asal Kabupaten Pemalang dikabarkan hilang di perairan Australia. Mereka hilang kontak sejak 28 Oktober 2017 lalu. Keempat ABK tersebut berangkat dari Bali dengan kapal Golden Tuna 88, empat bulan lalu.
ABK yang belum kembali bernama Ruslani (44), warga Desa Wanarejan Selatan; Warso, warga Wanarejan Selatan, Kurnianto (35), warga Belik; dan Gugus Priyadi (29), warga Desa Jebed Selatan.
Menurut Maesaroh (30), istri Kurnianto, suaminya melaut sejak 12 Juli 2017 bersama tiga rekannya. Sejak saat itu dia tidak pernah tahu kabar suami maupun rekan suaminya asal Pemalang.
“Terakhir saya mau menanyakan delegasi (gaji) suami saya ke kantor pada 28 Oktober 2017. Tapi sehari setelah itu perusahaan memberi tahu kalau kapal tempat suami saya bekerja terbakar,” kata Maesaroh, Rabu, 22 November 2017, seperti dikutip dari Tempo.
Mendengar kabar tersebut, Maesaroh belum percaya kalau suaminya meninggal dunia. Karena dia selalu memantau perkembangan berita. JIka mereka meninggal dunia pasti ada media yang meliputnya.
Dari penelusuran Wartadesa dalam laman Golden Grove, posisi kapal diketahui terakhir pada 29 oktober 2017 zona waktu UTC+11 di area Laut Coral Australia, pada posisi Latitude / Longitude: -33.8557701° / 151.187897°
Maesaroh juga mengaku sudah menghubungi pihak Satpol Air Polres Pemalang.
Ajun Komisaris Sunardi, Kasatpol Air Polres Pemalang membenarkan bahwa pihaknya mendengar informasi dari Polairud Polda Bali soal terbakarnya kapal Golden Tuna 88 di perairan Australia.
“Memang benar kami mendapat informasi ada ABK Pemalang. Menurut laporan yang dia terima, jumlah ABK di kapal itu ada 20 orang. Informasi awal, tiga orang di antaranya merupakan warga Pemalang.” Tutur Sunardi.
Sunardi menambahkan, setelah ditelusuri, ada satu orang asal Pemalang tapi tinggalnya di Pekalongan. Polisi sudah mengecek ke keluarga ABK di rumahnya masing-masing. “Pihak keluarga katanya mau mengurus sendiri ke perusahaan,” tutur Sunardi. (WD, Tempo, Golden Grove)
,










