close
Layanan Publik

Ajak anak ke Pasar Batang kini lebih asik, ada ruang bermain anak

12pkkbtg

Batang, Wartadesa. – Persepsi (anggapan) anak-anak balita jika diajak ke pasar akan rewel dan tidak betah, lantaran sumpek, kini ditepis oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang. Bagi warga Kota Batang Berkembang–sebutan Kabupaten Batang, kini lebih asik jika mengajak putra-putri mereka ke pasar lantaran Pasar Batang kini memiliki ruang bermain anak (RPA).

RBA yang diinisiasi oleh  Uni Kuslantasih Wihaji tersebut dilengkapi dengan tempat tidur, ruang ber-AC, ruang permainan anak, ruang ibu menyusui (laktasi) dapur dan toilet yang representatif.

“Saya kira Pemda di Jateng belum memilii RBA di pasar. Maka saya apresiasi dan berterima-kasih kepada Tim penggerak PKK,” kata Bupati Wihaji usai meresmikan RBA di lantai dua Pasar Induk Batang, Jumat (12/3).

Ia pun mengatakan, RBA merupakan bagian dari layanan Pemkab Batang di pasar yang berkaitan dengan hak – hak anak.

Dari data pedagang di pasar induk yang memiliki anak balita ada 41 orang tua yang menitipkan anaknya di tetangga, saudara dan tempat penitipan anak.

“RBA ini pedagang bisa menitipkan secara gratis, nyaman yang ada juga tim kesehatannya, dan kalau anaknya minta ASI ada ruangannya tersendiri. Di RBA orang tua bisa berjualan dengan nyaman,” ungkap Wihaji.

Dalam kesemapatan tersebut Bupati juga memberi catatan agar benar – benar menjaga keamanan dan kenyamanan RBA.

“RBA ini gratis, dan untuk demi keamanan orang tua pedagang yang akan menitipkan harus mendaftara secara administrasi saja,” kata Wihaji

Sementara Ketua TP PKK Kkabupaten Batang , Ny Uni Kuslantasih Wihaji mengatakan, RBA sebagai keberpihakan Pemkab Batang kepada rakyat kecil yang harus mencari nafkah di pasar.

“Kalau instansi, lembaga dan kantor – kantor yang begitu megah sudah RBA sudah biasa, tapi ini warga atau rakyat kecil seperti di pasar belum tercover. Maka RBA sebagai wujud keberpihakan Pemkab,” kata Uni Kuslantasih Wihaji. (Humas Pemkab Batang)

Terkait
Anaknya dititipkan ke bibinya, trus dari bibinya dititipkan ke sepupunya, trus sepupunya-bibinya nitipin lagi kebosnya … pas mau diambil harus bayar 40 juta

Jakarta, Wartadesa. - Sri Handayani (25), melaporkan nasibnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Jakarta Pusat. Pasalnya dia Read more

Sri Handayani titipkan anak pertamanya karena anak keduanya alami kebocoran jantung

Jakarta, Wartadesa. - Kasus yang menimpa Sri Handayani (25) yang harus menebus anak pertamanya dengan uang Rp. 40 juta ternyata Read more

Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : anakpasar batang