close
Hukum & Kriminal

Sri Handayani titipkan anak pertamanya karena anak keduanya alami kebocoran jantung

sri

Jakarta, Wartadesa. – Kasus yang menimpa Sri Handayani (25) yang harus menebus anak pertamanya dengan uang Rp. 40 juta ternyata bermula dari anak keduanya, Alfaro (1) mengidap penyakit kebocoran jantung dan harus bolak-balik ke rumah sakit.

Dikutip dari inilah.com, Sri mengaku, lantaran tak ada yang menjaga Dean Anugrah, putra pertamanya, dia harus menitipkan Dean ke saudaranya Endang Sudaryati. Yang kemudian Dean dititipkan secara berantai hingga sekarang berada ditangan Susanti.

[button type=”round” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/anaknya-dititipkan-bibinya-trus-bibinya-dititipkan-sepupunya-trus-sepupunya-bibinya-nitipin-kebosnya-pas-mau-diambil-harus-bayar-40-juta/”]Baca: Anaknya Dititipkan Ke Bibinya, Trus Dari Bibinya Dititipkan Ke Sepupunya, Trus Sepupunya-Bibinya Nitipin Lagi Kebosnya … Pas Mau Diambil Harus Bayar 40 Juta[/button]

Berselang tujuh bulan, Sri mendapat informasi tentang keberadaan Dean. Sri langsung mendatangi kediaman Susanti dan meminta Dean dikembalikan ke pangkuannya.

Namun Susanti meminta uang senilai Rp40 juta lantaran sudah empat bulan diasuh olehnya. Ujar wanita yang ditinggal suaminya yang pengangguran tanpa sebab. (inilah)

sumber

 

Terkait
GP Ansor Kab. Pekalongan serukan warga tak ikut demo

GP Ansor Kab. Pekalongan menghimbau agar warga NU Kab. Pekalongan tidak ikut-ikutan melakukan aksi demo ke Jakarta tanggal 4 Nopember Read more

Operasi Zebra akan digelar serentak November ini

Pekalongan, Wartadesa. - Seluruh jajaran Polsek, Polres dan Polda di Indonesia akan menggelar operasi zebra, terhitung mulai tanggal 16 hingga Read more

Awas penipuan berkedok pengiriman data guru

Pekalongan, Wartadesa. Hati-hati terhadap email yang dikirim dari Hamid Muhammad dengan alamat email humasdikdasmen@gmail.com, email  berupa permintaan data guru dan Read more

Mayat ditemukan di Ponolawen Kesesi

Kesesi, Wartadesa. - Sesosok mayat ditemukan di Desa Ponolawen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan pagi tadi, Selasa (8/11). Korban ditemukan subuh, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : anakperdagangan anakpkpa