Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menghimbau warga Kota Santri untuk menggelar salat Idulfitri di rumah masing-masing bersama keluarga.
“Masjid Al Muhtaram, Kajen, pada Idul Fitri tidak akan menggelar salat id, saya mengimbau untuk masyarakat melaksanakan salat id di rumah masing-masing dengan keluarga,” kata Asip Ahad (17/05).
Himbauan tersebut menurut Asip dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, karena pemerintah ingin lebih preventif terkait dengan situasi di hari raya yang penuh dengan keramaian.
Namun demikian, Asip meminta, jika warga mengharuskan menggelar salat Id, warga memperhatikan protokol kesehatan. “Kalau daerah dirasa aman dan memang masyarakatnya mengharuskan menggelar salat id, protokol kesehatan harus dijaga. Terus, pemudik yang dari zona merah ini, diimbau untuk di rumah dan jaga jarak. “Tapi kalau lebih aman, menaati aturan pemerintah yang sudah ada,” ungkapnya.
Jelang hari raya Idul Fitri, jumlah pemudik di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat. Mungkin, angkanya saat ini mencapai 43 ribu lebih.
“Sekali lagi, ini perlu kerja sama dengan baik. Saya meminta, kepada para pemudik yang sudah tiba untuk menaati imbauan pemerintah terkait sosial distancing dan pyisical distancing,” ujarnya.
Asip menambahkan, menolak kemudaratan itu lebih penting daripada mendatangkan kemaslahatan, sosialisas seperti ini yang terus disampaikan kepada masyarakat.
Berbeda dengan Kota Santri, Pemkot Tegal mempersilakan masjid-masjid untuk menggelar salat Idul Fitri 1441 Hijriyah. Namun, penyelenggara harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi mengatakan Pemkot Tegal sudah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemprov Jawa Tengah. Hasilnya, salat Idul Fitri dipersilakan digelar dengan penerapan protokol kesehatan.
“Pertimbangan kita saat ini Kota Tegal sudah zona hijau covid-19. Kita juga sudah berkonsultasi dengan MUI dan sesuai arahan Gubernur Ganjar Pranowo dan Wali Kota Dedy Yon,” katanya.
Meski dibolehkan, kata Jumadi, Pemkot Tegal mengimbau masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan saat pelaksanaannya. Di antaranya dengan tetap menjaga physical dan social distancing, menggunakan masker, dan tidak bersalaman.
“Nanti akan diatur. Selain itu, sebelum masuk juga harus cuci tangan dan diperiksa suhu tubuh,” ujarnya.
Pengurus Masjid Agung Kota Tegal, Mukhtar Lutfi mengatakan salat Idul Fitri tetap digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Itu seperti yang sudah dilakukan selama ini.
“Sejak pandemi, kita telah melakukan protokol kesehatan. Seperti menggulung karpet, jemaah wajib cuci tangan, shof diberi jarak, pakai masker, dan pengecekan suhu tubuh,” tandasnya. (Eva Abdullah)










