close
EkonomiLayanan Publik

Pasar Tiban Lapangan Mataram tutup, imbas rekayasa lalu lintas

lapangan mataram

Pekalongan Kota, Wartadesa. –  Aktivitas pedagang Pasar Tiban di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Ahad (17/05) tiba-tiba berhenti. Area Lapangan yang biasanya setiap hari Ahad penuh dengan pedagang yang berjualan, kini bersih. Para pedagang kaki lima yang biasa sepekan sekali menggelar lapaknya menyayangkan kebijakan Pemkot Pekalongan yang menutup area Jalan Kurinci dan sekitarnya dalam rekayasa lalu lintas pada sebagian ruas jalan di Kawasan Mataram dan akses menuju Alun-Alun sebagai wajah Kota Pekalongan.

Lapangan Mataram, setiap hari Ahad, digunakan para pedagang kaki lima untuk mengais rejeki dengan berjualan. Penutupan area tersebut terntu saja memutus kesempatan para pedagang kecil untuk mendapatkan tambahan rejeki saat jelang lebaran. Hal demikian disayangkan oleh para pedagang kaki lima, mereka menyayangkan kebijakan tersebut tidak diberlakukan bagi Mall yang juga mengundang keramaian.

Sejak Kamis (16/4) akses menuju kawasan Lapangan Mataram tertutup portal Dinas Perhubungan. Hal tersebut banyak dipertanyakan warga lantaran aktivitas mereka yang melalui jalur tersebut terhambat.. Terlebih belum ada pengumuman atau sosialisasi sebelum nya. Menurut Kepala Diskominfo Kota Pekalongan, penutupan lawasan Lapangan Mataram adalah Pembatasan Sosial terbatas untuk meminimalisir kerumunan. Adapun penutupan jalur dari Jam 15.00 wib – 04.30 WIB.

Khusus untuk hari Ahad, pembatasan dilakukan hingga jelang siang hari. “Pemberlakuan khusus setiap Minggu pukul 05.00-10.00 akan ditutup seluruhnya di Jl. Kurinci sisi Selatan, Jl. Mataram sisi Selatan, Jl. Majapahit sisi Barat dan Timur, dan Jl. Singosari sisi Selatan Kantor Dinperkim. Sedangkan yang ditutup sebagian dan akan dijaga petugas yaitu di Jl. Kurinci sisi Utara, dan Jl. Argopuro sisi Timur, ” papar Totok sapaan akrab Kepala Dishub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono.

“Pembatasan akses ini dilakukan untuk mengurangi masyarakat berkerumun maupun melibatkan banyak massa, sehingga penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan dapat ditekan.” Ujar Totok.

Totok menyebut rekayasa lalulintas dan antisipasi kerumunan massa dilakukan di area Lapangan Mataram dan Alun-Alun Kota Pekalongan. “Sesuai Surat Keputusan Walikota Nomor 443/634 Tahun 2020 tentang perubahan atas Keputusan Walikota Pekalongan nomor 443/621 tahun 2020 tentang Rekayasa Lalu Lintas Pada Sebagian Ruas Jalan Kota di Kota Pekalongan bahwa ada sedikit perubahan rekayasa lalu lintas di dua kawasan tersebut yang dinilai masih banyaknya aktivitas masyarakat berkerumun,” ujarnya.

Dijelaskan Totok, perubahan rekayasa lalu lintas di dua kawasan yang menjadi pusat kota tersebut diterapkan sebagaimana pertama di Kawasan Mataram diberlakukan penutupan selama 24 jam yakni di Jl.Kurinci Selatan sisi Barat, Jl. Mataram sisi Selatan,Jl. Majapahit Barat sisi Selatan dan Jl. Singosari (Selatan Kantor Dinperkim). Sementara untuk Jl.Majapahit Timur seluruhnya dan Jl. Majapahit Barat sisi Utara ditutup dari pukul 17.00-06.00.

Totok menambahkan untuk akses kawasan disekitar Alun-Alun ditutup dari pukul 21.00-04.00 WIB antara lain Jl. Dr. Cipto dari arah Timur mulai dari Simpang H. Agus Salim, Jl. Dr. Cipto Barat menuju Jl. Nusantara dan Jl. Alun-Alun Utara sebelah Barat.

“Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 15 Mei 2020 berdasarkan rapat Gugus Tugas Covid Kota Pekalongan pada tanggal 12 Mei 2020 dan sudah ditetapkan dalam SK Walikota. Sehingga, kami berharap semua masyarakat Kota Pekalongan dapat mematuhi kebijakan-kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan tersebut. Tentunya, hal ini dilakukan semua demi kebaikan bersama dalam rangka memutus angka penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan,” tandas Totok. (Eva Abdullah)

Tags : lapangan matarampasar tiban