close
koin persekap

Kajen, Wartadesa. – Penarikan mundur Persekap Pekalongan dalam Liga 3 dalam keputusan rapat Askab PSSI Kabupaten Pekalongan, Kamis (19/06) malam dengan alasan minimnya anggaran keuangan dan fokus pada program pembinaan serta menghidupkan kompetisi internal di Kabupaten Pekalongan, membuat suporter Persekap bakal menggelar aksi penggalangan koin, agar tim kebanggaan Wong nKalongan bisa ikut pada gelaran Liga 3.

Demikian disampaikan oleh Imam Chasani, salah seorang suporter, Kamis (20/06) disela-sela mengurus ijin aksi di Polres Pekalongan. Ia mengatakan bahwa penggalangan koin akan digelar di tugu 0 KM Kajen pada Jum’at (21/06) selepas sholat Jum’at.

Imam Chasani yang akrab dipanggil Katank Nusantara mengungkapkan bahwa minimnya anggaran tidak dapat dijadikan alasan, batalnya keikutsertaan Persekap dalam Liga 3. Ia mengungkapkan, sejak 2006 ia aktif menjadi suporter Persekap. Sejak tahun 2006 higga 2009, meski minim anggaran, Persekap ikut dalam kompetisi tersebut.

“Tahun 2006 – 2009 Persekap berputar di divisi 3, ada angaran atau tidak ada anggaran yo panggah milu kompetisi sistem home turnamen,” ujarnya.

Katank menambahkan, “Isu minim anggaran merupakan isu klasik dari jaman baheula selalu disampaikan (Askab)  tapi   disetiap tahunnya Persekap selalu ikut serta dengan angaran ninim tanpa apbd alias madiri, atau tetap dengan anggaran minim dari apbd yang melalui Koni.”.

Katank menceritakan perjalanan Persekap Pekalongan dalam tiap Divisi yang diikutinya, “Tahun 2010-2011 Persekap di divisi 2 dan divisi 1,  yo minim anggaran. Tahun 2012 yo panggah main  di Divisi 1. Tahun 2013, iki jaman istimewa Divisi 1, dana melipah yo main, meski ora lolos penyisihan grub, main di Batang,” lanjutnya.

Pada Tahun 2014 Persekap Pekalongan tidak mengikuti Divisi 1, masih lanjut Katank, karena ada informasi Divisi 1, 2, 3 dilebur jadi satu Liga Nusantara. “Iki ya rodo lucu ceritane, kudu didemo sek. Tapi hasilnya menjadi prestasi terbaik sepanjang masa. (Persekap Pekalongan) juara Jateng dan finish 12 besar Nasional, oleh (dapat) bonus berupa hak suara di kongres PSSI.”

Tahun 2015 dan 2016 Persekap Pekalongan juga mengikuti kompetisi, meski pada Tahun 2015 mandek ditengah jalan, lantaran terkena sanksi FIFA. “Th 2016 yo panggah milu walau satu hari sebelum pendaftara ditutup suporter nuntut ke Bupati Pekalongan , karena Askab tidak ada anggaran dari Koni yang pada waktu itu  lagi ada masalah internal,” ujar Imam Chasani.

Menurut Imam, dari tahun 2016, suporter Persekap Pekalongan puasa tidak nonton  laga Persekap dengan adanya kompetisi internal untuk pembinaan yang berjenjang.

Suporter Persekap lainnya, Hamam Triadi mengungkapkan, Tahun 2018 Persekap kembali mengikuti Liga 3. “Tahun 2018 yo milu Liga 3 dan lumayan (hasilnya). Sebelumnya diawali dengan diputarnya Divisi 1 Askab. Saat itu lapangan yang dipakai Stadion Widya Manggala Krida (SWMK) Kedungwuni sempat kebanjiran.  Dan pada saat itu pula, kami selaku suporter memohon audiesi dengan DPRD Kabupaten Pekalongan, tetang permohonan revitalisasi stadion SWMK karena posisi terakhir stadion direhab pada Tahun 2007. Dan alkhamdulilah direspon, Tahun 2019 ini sudah masuk tahap lelang untuk penambahan tribun sebelah Timur,” ujar Hamam.

Hamam Triadi menyayangkan keputusan Askab untuk tidak mengikuti (menarik keikutsertaan) Liga 3, padahal tim sudah disiapkan sejak Februari dan sudah mendaftar pada Liga Divisi 3. “Tim sudah disiapkan sejak Februari 2019, sudah seleksi pemain dan uji coba degan Peribat Batang. Bahkan sudah mendaftar, malah detik terakhir sebelum TM ditarik mundur,” tuturnya kecewa.

Menurut Hamam, alasan minim anggaran merupaka barang lawas yang selalu diulang oleh Askab. “Jadi terkait  alasan minim anggaran, iku barang lawas yang selalu berulang tanpa solusi dari pihak Askab.  Padahal di tahun ini suadah ada orang yang bersedia menjadi Manajer Persekap, –sejak Februari Persekap tidak mempunyai manajer–,” lanjutnya.

Hamam berharap agar Persekap dikelola oleh orang yang paham bidangnya, hal tersebut untuk menjadikan Persekap hidup, bukan linglung. “Intinya sederhana, sebuah organisasi jika dijalankan oleh orang-orang yang paham akan bidangnya, iku akan lebih  hidup bukan malalah linglug,” tuturnya.

Informasi yang didapatkan dari suporter Persekap, ada kabar bahwa ada tuntutan untuk menggelar KLB lantaran program kerja Askab PSSI Kabupaten Pekalongan periode 2017-2021 dinilai gagal. (Eva Abdullah)

Tags : koin persekapliga 3Persekap

1 Comment

Leave a Response