close
ilustrasi aksi tutup mulut
ilustrasi. Foto: Transmedia

Wonokerto, Wartadesa. – Lantaran belum mendapatkan ganti rugi proyek tanggul raksasa penanggulangan rob Kabupaten Pekalongan, belasan warga Desa Semut dan Boyoteluk, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan menggelar aksi tutup mulut, Senin (11/03) siang. Aksi digelar di lokasi proyek pembuatan tanggul rob desa setempat.

Selain melakukan aksi tutup mulut, warga menggelar poster berisi tuntutan ganti rugi kepada Pemkab Pekalongan. Mereka menuntut agar proyek dihentikan sementara sebelum transaksi jual-beli tanah terdampak proyek diselesaikan.

Dilansir dari Radar Pekalongan, Durat, Koordinator Aksi mengungkapkan bahwa demo digelar lantaran ketidak adilan dalam pembayaran lahan.

Menurut Durat, dari 64 pemilik lahan, harga ganti rugi tidak sama. Ada yang dibayar Rp. 35 ribu hingga Rp. 300 ribu permeter persegi.

“Dari 64 pemilik lahan, pihak pelaksana proyek membayar dengan harga variatif. Mulai dari Rp35 ribu hingga Rp300 ribu permeter. Sehingga, warga pemilik lahan yang dibayar dengan harga lebih kecil, menuntut adanya keadilan dalam pembayaran ganti untung tanah mereka,” tutur Durat dikutip dari Radar Pekalongan.

Durat menambahkan, dalam pembayaran ganti rugi, tidak ada negosiasi dan tawar-menawar antara pelaksana proyek dengan warga pemilik lahan. Warga berharap Pemkab Pekalongan membantu warga mendapatkan haknya. Ungkap Durat. (Ahmad Junaidi/Radar Pekalongan)

Tags : aksi tutup mulutboyotelukdemo ganti rugi lahan robsemut

Leave a Response