close
Jalan-jalanSosial Budaya

Bermodal hanja satu juta, Khamim jalan kaki tunaikan Ibadah haji, kini sudah sampai Abu Dhabi

syaufani

Wonopringgo, Wartadesa. – Muhammad Khamim Setiawan (28) warga Dukuh Logawan Desa Wonopringgo Kabupaten Pekalongan berjalan kaki ke Mekkah. Ia memulai perjalanannya dari Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu. Ia melewati berbagai negara dengan berjalan kaki. Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang ditemui, hingga bermalam di hutan di berbagai negara ia lakukan. Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab, menjadi viral di media sosial.

Ayahnya, Syaufani Solichin (73) memulai cerita tentang anaknya, Mochammad Khamim. “Dia itu ke Mekkah mlampah (jalan kaki), sekarang sudah di Abu Dhabi,” kata Syaufani.

Khamim merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Selama ini, dia tinggal bersama ayahnya. “Tiga kakaknya tinggal di Jakarta. Ibunya, istri saya, sudah meninggal 10 tahun yang lalu,” sambungnya.

Terkait perjalanan Khamim ke Mekkah, Syaufani mengatakan niatan itu telah diutarakan alumnus Fakultas Ekonomi Unnes itu sejak duduk di bangku kuliah.

Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Khamim sejak itu. “Persiapannya tiga tahun, tidak ada yang aneh. Hanya perbanyak puasa dan ibadah,” terang Syaufani yang masih bekerja mengurus koperasi keluarga.

Sejak mengutarakan niatnya itulah, Khamim mulai mempersiapkan segala keperluan baik fisik maupun batin. Untuk batin ia menjalani puasa Daud. “Dia menjalani puasa Daud dalam 3 tahun terakhir,” terang Syaufani.

Mulai dari perizinan hingga meminta restu ke beberapa kiai di Pekalongan ataupun di luar Pekalongan.

“Dia tidak minta apa-apa, hanya minta didoakan. Saya yang tanda tangan surat pernyataan izin di Kantor Agama Pekalongan,” ucap dia.

Khamim memulai perjalanannya pada 28 Agustus 2016 sekitar pukul 22.00. Banyak tamu baik dari Pekalongan hingga Jakarta yang mengantar kepergian Khamim.

Saat pertama kali memulai perjalanan, Khamim ditemani dua rekannya. Namun sesampai di Tegal, kedua temannya menyerah dan tidak melanjutkan perjalanan. “Mereka berangkat bertiga, tapi sampai Tegal temannya menyerah. Tidak kuat katanya,” ungkap Syaufani.

Tak ada bekal khusus yang dibawa oleh Khamim. Hanya baju baju dan uang dari ayahnya. “Saya cuma kasih Rp 1 juta. Itu yang jadi bekal dia selama perjalanan dan alhamdulillah sekarang sudah sampai di Abu Dhabi,” lanjut dia.

Sembilan bulan anaknya mengembara, Syaufani mengaku jarang sekali menelpon untuk menanyakan kabar anaknya.

Tak bisa menggunakan smartphone jadi alasan Syaufani tidak menghubungi anaknya. “Teman-temannya kadang kasih lihat saya foto. Pernah saya komunikasi lewat video (video call),” ujarnya.

Sepanjang perjalanan, kata Syaufani, Khamim mengalami bermacam suka dan duka. Mulai dari diikuti orang tidak dikenal di daerah Palembang hingga salat yang harus sembunyi-sembunyi saat di Myanmar.

Ketika mengetahui anaknya telah sampai di Abu Dhabi, Syaufani tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Tak ada pesan khusus buat anaknya yang memegang gelar sarjana ekonomi pembangunan tersebut.

“Saya cuma pesan hati-hati di jalan. Jika sudah berhasil jangan sombong. Saya tidak tahu kenapa dia mau jalan kaki naik haji. Dia memang kalau sudah punya niat akan dilakukan,” tandasnya. (Tribun)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : jalan kaki ke MekkahKhamimSyaufani