close
Politik

Calon Kades tak manfaatkan kampanye terbuka

kampanye

Paninggaran, Wartadesa. – Tahapan kampanye terbuka dalam gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pekalongan tidak banyak dilakukan oleh calon kades. Beberapa dari mereka tidak memanfaatkan kampanye terbuka. Seperti terjadi di Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Tahapan masa kampanye terbuka di Lambanggelun sejak Selasa (29/10) hingga Rabu (30/10) kemarin, dari lima calon kepala desa, hanya satu calon yang menggelar kampanye terbuka. Calon nomor urut 4, Ghufron memanfaatkkan kampanye terbuka, sementara calon nomor urut 1 Safi’i, 2 Supandi, 3 Rondiyah dan 5 Abdul hadi, tidak menggunakan jatah kampanye terbuka.

Kampanye terbuka calon nomor 4 Desa Lambanggelun, kali ini unik, dimana rombongan menggunakan beberapa mobil yang dilengkapi dengan pengeras suara untuk berkampanye.  Ghufron mengajak seluruh masyarakat Dukuh Mandelun sebagai salah satu basis konsentrasi massa untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, “karena pada dasarnya kita semua adalah keluarga,” ujar Ghurfron dalam kampanyenya.

Selain itu, Ghufron juga menyoroti agar para pemilih tidak memandang SARA (suku ras dan agama) serta asal daerah karena semua warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan hak politiknya termasuk dalam mencalonkan diri sebagai kepala desa karena telah di atur oleh UU.

Lebih lanjut, mantan pegawai pos ini mengajak kepada seluruh masyarakat untuk jeli memilih pemimpin yang mempunyai kemampuan, kapasitas dan kapabilitas sehingga menghasilkan pemimpin yang unggul dalam memimpin Lambanggelun selama enam kedepan.

Dalam kampanye terbuka bergerak atau mobile ini turut dikawal oleh anggota keamanan dari unsur TNI/Polri, Linmas serta dari P2KD.

Ditempat terpisah, calon kades Desa Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pun tidak ada yang menggelar kampanye terbuka. Dua calon kepala desa Aripin dan Muhammad Khusnan lebih memilih kampanye dari pintu-kepintu, dengan mendatangi calon pemilihnya.

Sementar itu, kampanye terbuka di Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo dilakukan dirumah salah seorang pendukung calon kades. Kampaye dibagi dalam tiga tahapan, tiap tahapan mencakup dua rukun warga/lingkungan.  Keterangan dari P2KD setempat, Eko Pratikno, dua calon menggelar kampanye terbuka yakni Afif nomor urut 2 dan nomor urut 3 Jumhan. Sementara calon nomor urut satu, Cisayadi, tidak menggelar kampanye terbuka, hanya membuka open house saja.

Kampanye terbuka hari terakhir Desa Jetaklengkong, Wonopringgo dimanfaatkan calon kades nomor urut 2, Prio Arief Bintoro dengan menggelar kampanye di lapangan desa setempat. Ratusan pendukung calon kades tersebut memenuhi lapangan dengan hiburan dangdut.

Wiwid, tim kampanye nomor urut 2 mengajak warga Desa Jetaklengkong untuk memilih calon pemimpin bukan penguasa. Menurut Wiwid, dengan memilih pemimpin, warga desa akan terlibat dalam setiap pembangunan desa, ada rembug kampung setiap keputusan yang diambil pemerintah desa, dan memaksimalkan pembangunan desa sesuai dengan masalah dan potensi desa yang ada. Diakhir kampanyenya, Wiwid berharap agar para pemuda desa Jetaklengkong memilih calon pemimpin yang peduli pada kegiatan pemuda seperti karangtaruna dan memajukan olahraga di desa tersebut. (Ilmie Yovanka)

Tags : kampanyePekalonganPilkades