close

Kesehatan

KesehatanSosial Budaya

Diusulkan pembangunan bangsal pasien disabilitas mental di RS Kesesi

bangsal rsj

Kesesi, Wartadesa. – Pembangunan bangsal khusus pasien penyandang disabilitas mental (kejiwaan) di rumah sakit yang sedang dibangun oleh Pemkab Pekalongan, RS Kesesi, muncul dalam usulan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kesesi, pekan lalu.

Menurut dr Ryan, Kepala Puskesmas Kesesi 1, pembangunan bangsal khusus pasien penyandang disabilitas mental (kejiwaan) karena Kota Santri belum punya. “Usulan kami sampaikan, saat Puskesmas Kesesi menjadi Rumah Sakit Kesesi mohon disediakan bangsal untuk rawat inap khusus pasien jiwa. Karena di Kabupaten Pekalongan belum ada,” ujarnya, Senin (10/02/2020).

Ryan menambahkan, bahwa di sekitar Pekalongan, baru RS Djunaid Kota Pekalongan, “itupun sangat terbatas,” tambahnya.

Dengan adanya fasilitas khusus untuk pasien penyandang disabilitas mental, menurut Ryan, akan menambah pendapatan asli daerah. “Tujuan pertama yaitu untuk meningkatlkan aksesibilitas pasien sakit jiwa karena dokter spesialis sakit jiwa di Kabupaten Pekalongansudah ada. Kedua biayanya tidak terlalu tinggi dan yang ketiga akan meningkatkan PAD Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, ujar Ryan, setidaknya butuh 25 tempat tidur dengan bangsal yang terpisah dengan pasien lainnya. “Syaratnya cukup banyak untuk membuat bangsal pasien jiwa, salah satunya harus terpisah dengan bangsal rawat inap pasien umun lainnya. Namun, kami optismis prospeknya cukup bagus,” pungkasnya. (Eva Abdullah/Humas DPRD Kabupaten Pekalongan)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Kesehatan

Pasien RSUD Kajen dinyatakan negatif Korona

korona

Kajen, Wartadesa. – Pasien RSUD Kajen yang sebelumnya diduga suspek Korona dinyatakan negatif. Demikian terangkum dalam klarifikasi yang digelar di RSUD Kajen, Senin (17/02) kemarin.

dr. Imam Prasetyo, M.Kes, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD Kajen mengatakan bahwa diagnosa untuk pasien atas nama Nyonya X yang dirawat sejak 16 Pebruari 2020, tidak ditemukan indikasi kasus Korona.

“Diaknosa untuk pasien adalah prolonged febris dan ispa dengan hasil pemeriksaan laboratorium widal positif. Sehingga pasien tidak memenuhi gejala dan tanda virus Korona, yaitu tidak memenuhi kriteria masa inkubasi 2-14 hari sejak terindikasi kontak dengan pasien suspek Korona, batuk, sesak napas dan rontgen mengarah ke pneumonia,” jelas Imam.

Imam menambahkan kondisi pasien saat ini mulai membaik, demam sudah normal dan kondisi vital sudah dalam batas normal.

Selain itu, Imam berharap agar warga Pekalongan tidak panik dan menjaga kondisi tubuh, “makan makanan yang bergizi, cukup istirahat, cuci tangan dengan baik, dan menggunakan masker,” lanjutnya.

Bagi warga Pekalongan yang telah melakukan perjalanan ke luar negeri dan terindikasi virus Korona, dapat menghubungi kantor kesehatan pelabuhan maupun fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan optimal. Pungkas Imam.  (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Tunggakan BPJS Kesehatan ke RSUD Batang capai Rp 30 miliar, bupati berang

bpjs

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang, Wihaji dibuat berang oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, lantaran lembaga tersebut menunggak RSUD Kabupaten Batang (RSUD Kalisari) hingga Rp 30 miliar. Demikian disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Berkembang, kemarin malam, saat bertemu dengan kepala desa se Kabupaten Batang.

Menurut Wihaji, pembayaan jaminan BPJS dibayarkan setiap enam bulan sekali, hal tersebut membuat pihak rumah sakit musti berhutang untuk menutup biaya operasional. “Saya ini paling marah dengan BPJS, RSUD Batang tidak tutup sudah Alhamdulillah,” kata Wihaji saat audensi dengan perwakilan Kepala Desa Se Kabupaten Batang, Ahad (16/2/2020) malam.

Wihaji menuturkan bahwa BPJS belum beres, karena rata-rata rumah sakit menjadi korban,“BPJS kita belum beres, sehingga rata–rata Rumah Sakit yang menjadi korban. Dan hampir semua rumah sakit dihutangi. Dan BPJS tidak mau tahu pemkab hutang,” jelas Wihaji.

Masih menurut Wihaji, saat ini Pemkab Batang menanggung dana kesehatan bagi warga miskin, sementara iuran tersebut naik. “Kali Ini pun ada aturan baru yang dulu diwajibkan bayar tiga persen sekarang naik menjadi 4 persen. “Untuk tahun ini karena ada kenaikan 4 persen, maka Pemkab membayar sebagai pembeli jaminan BPJS sebesar Rp 800 juta,” pungkas Wihaji.

Wihaji berharap ada regulasi dari pemerintah pusat agar rumah sakit di daerah bisa tetap beroperasi. (Eva abdullah)

Berita terkait:

BPJS Kesehatan hutang Rp 19,6 miliar lebih ke RSUD Kajen

 

Perangkat desa keluhkan kenaikan iuran BPJS, warga pilih turun kelas

 

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Gunung es kasus TBC di Kota Santri, baru seribu kasus terdeteksi

tbc

Kajen, Wartadesa. – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Santri bagaikan fenomena gunung es. Meski pada tahun 2019 baru terdeteksi penderita penyakit yang bisa disembuhkan tersebut, sebanyak seribu kasus, namun fakta di lapangan, diperkirakan lebih banyak.

“Pada tahun 2019, dari temuan 1.000 lebih kasus, 96 persen bisa disembuhkan dalam enam bulan pengobatan. Ini lebih besar dari yang ditargetkan provinsi sebesar 90 persen,” ujar Yudi Syuhada, Kasi Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Menurut Yudi, fenomena gunung es kasus TBC tersebut membuat pihaknya menargetkan mendeteksi tiga hingga empat ribu kasus pada tahun ini, agar seluruh kasus TBS di Kota Santri bisa diobati.

Yudi menambahkan tidak maksimalnya petugas mendeteksi kasus TBC di Pekalongan lantaran proses pencarian yang dilakukan petuga kesehatan di masing-masing Puskesmas maupun kader TB yang kurang maksimal. “Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri kurang. Mereka justru menyembunyikan sakitnya itu, padahal pengobatan TB di Puskesmas gratis.” lanjutnya.

Penyakit TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dengan meminum obat secara rutin setiap hari, minimal dua bulan dan masimal enam bulan. Ujar kader TB Puskesmas Kedungwuni II, Umaroh.

Umaroh mengatakan jika pasien TB disiplin meminum obat, ia akan sembuh. “Namun masalahnya banyak pasien yang bosan meminum obat sebelum enam bulan. Hingga mereka harus mengulangi dari awal lagi,” lanjutnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

BPJS Kesehatan hutang Rp 19,6 miliar lebih ke RSUD Kajen

rsud kajen

Kajen, Wartadesa. – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen harus melakukan efisiensi agar operasional tetap berjalan. Pasalnya jumlah piutang BPJS Kesehatan kepada RS  plat merah ini mencapai Rp 19,6 miliar lebih. Demikian terungkap dalam Kunjungan Kerja (kunker) Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/01) kemarin.

Dalam kunker terungkap bahwa periode Juni-Nopember 2019, piutang BPJS Kesehatan sebesar Rp 19,6 miliar lebih. Piutang Jamkesda periode Mei-Nopember 2019 sebesar Rp 1,07 miliar dan piutang Rumah Zakat selama 2019 sebesar Rp 185 juta.

Meski demikian, Candra Saputra, salah seorang walik rakyat meminta agar pelayanan RSUD Kajen bisa meningkat. “Mohon ada peningkatan pelayanan, sebab banyak masukan ke kami.” Ujarnya dikutip dari Radar Pekalongan.

Wakil rakyat lainnya, Sumar Rosul meminta agar ada keterbukaan informasi publik pada RSUD Kajen, ia membandingkan keterbukaan informasi publik RS yang ada di Semarang. “Ada aplikasi update pelayanan setiap hari, seperti kamar yang masih kosong berapa. Jamannya teknologi canggih. Agar ada informasi ke masyarakat masyarakat jauh-jauh datang ke sini tidak kecele,” ujar Sumar Rosul.

Sumar juga berpesan terkait pelayanan kepada pasien. “Meskipun BLUD kami harapkan bisa melayani masyarakat dengan baik. Seperti prinsip jual beli, konsumen adalah raja, maka pasien adalah raja, sehingga harus diprioritaskan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag TU RSUD Kajen Septi mengatakan bahwa untuk Jamkesda sudah dianggarkan pada tahun 2020.  “Kita kemarin sudah ketemu Dinas Kesehatan, semoga bisa dibayarkan pada triwulan I ini, dan sekarang masih tahap proses,” kata dia.

Untuk BPJS, lanjut Septi, semuanya dari pusat.  BPJS di daerah tidak bisa memastikan kapan tunggakan itu akan dibayarkan. “Kita masih bersyukur klaim Juli masuk di tanggal 11 Januari. Harapan kita yang Agustus bisa masuk di Februari awal,” kata dia.

Septi menambahkan, dengan klaim Juli yang sudah masuk, RSUD Kajen dapat beroperasi tiga bulan kedepan. “Dengan informasi klaim bulan Juli masuk, kita lega karena tiga bulan ke depan kita bisa operasional,” imbuhnya.  (Sumber: Radar Pekalongan)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
EkonomiKesehatanLayanan Publik

Perangkat desa keluhkan kenaikan iuran BPJS, warga pilih turun kelas

iuran bpjs

Kajen, Wartadesa. – Naiknya iuran BPJS Kesehatan dua kali lipat membuat perangkat desa se-Kabupaten Pekalongan pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak, jika satu anggota keluarga, awalnya mengeluarkan Rp 80 ribu, kini harus merogoh kocek lebih dalam lagi, yakni, Rp 160 ribu. Jika total anggota keluarga ada enam orang, perangkat desa ini harus merogoh Rp 960 ribu perbulan.  Sementara itu, warga di Kabupaten Batang lebih memilih turun kelas, dari kelas I ke kelas III untuk mensiasati kenaikan iuran BPJS tersebut.

“Sebenarnya kami sebagai perangkat merasa terbebani dan pusing karena iuran BPJS naik 100 persen. Untuk itu kami sebagai perangkat desa meminta supaya ada keringanan. Kita hitung-hitungan aja, iuran perbulan sebelumnya Rp 80 ribu, saat ini dengan kenaikan 100 persen iuran bisa menjadi Rp 160 ribu, sedangkan untuk pembayaran tidak bisa sendiri dan harus semua anggota keluarga yang tercatat di Kartu Keluarga. Bayangkan kalau keluarga ada enam orang maka bayarnya tahu sendirikan,” keluh Makmur, salah seorang perangkat Desa Doro dalam audiensi bersama Komisi A DPRD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD P3 dan PPKB) dan Bagian Pemerintahan Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu.

Dodiek Prasetyo, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan tidak bisa menanggapi keluhan para perangkat desa tersebut, lantaran kenaikan Iuran BPJS Kesehatan merupakan ranah pemerintah pusat.

Arif Nugroho, perwakilan DPMD P3KA PPKB mengungkapkan bahwa untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan sudah diploting dalam APBDes.

Perangkat saat ini hanya dibebani kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Sementara itu, warga Kabupaten Batang lebih memilih untuk turun kelas menghadapi kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Dilansir dari Radar Pekalongan, warga Desa Dracik, Batang, Suraji (37) memilih mengurus turun kelas di kantor BPJS setempat, meski harus antri panjang.

“Saya sudah ajukan permohonan untuk turun kelas, dari kelas I turun ke kelas III, alasannya kemahalan. Saya tidak sendirian, masyarakat Batang lainnya juga senasib dengan saya. Mereka rela antre berlama lama untuk bisa mengajukan penurunan kelas,” terang Suraji,

Suraji mengaku sangat keberatan dengan kenaikan iruan BPJS Kesehatan tersebut.“Dulu iuran Rp 80 ribu saya masih mampu, namun sejak naik menjadi Rp 160 ribu, saya keberatan. Kini saya memilih untuk turun ke kelas III, yang biayanya cukup ringan. Meski kelas III juga mengalami kenaikan, dari semula Rp 25 ribu, kini menjadi Rp 42 ribu. Begitupun dengan Kelas II, yang semula Rp 51 ribu, kini menjadi Rp 110 ribu,” paparnya.

Suraji berharap dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut diimbangi dengan peninggatan pelayanan dan fasilitas. (Sumber: Radar Pekalongan)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Bahaya bleng mengancam, apa solusinya?

bleng1

Batang, Wartadesa. – Operasi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Satgas pemberantasan obat dan makanan ilegal. Kasi Kefarmasian dan Alkes Dinkes Batang menemukan peredaran bleng masih dijual bebas di Pasar Bandar dan Pasar Limpung, demikian disampaikan oleh Riza Zakiya, perwakilan tim saat melakukan sidak. Selasa (17/12).

“Di sini masih banyak pedagang yang menjual bleng. Tadi sudah disita oleh polisi, total sekitar 1.013an lebih bungkus yang disita. Kebanyakan bleng ini dikemas dalam berat 250 gram dan ada juga yang kurang dari itu,”  ujar Riza.

Menurut Riza, bleng, termasuk boraks ini sering digunakan warga untuk membuat olahan pangan seperti kerupuk dll. Selain menemukan bleng, tim juga menemukan boraks dan zat tekstil yang digunakan untuk pewarna makanan kolang-kaling.

Riza berharap agar warga berhati-hati saat membeli sejumlah bahan makanan, terutama yang mendandung zat berbahaya.

Dilansir dari BPOM Jogjakarta, boraks merupakan senyawa dengan nama kimia Natrium Tetraborat yang berbentuk kristal lunak. Boraks bila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat.

Boraks sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mata dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa iritasi pada saluran pencernaan, iritasi pada kulit dan mata, mual, sakit kepala, nyeri hebat pada perut bagian atas. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut bahkan kematian. Konsumsi Boraks 5-10 gram oleh anak-anak dapat menyebabkan shock dan kematian. Beberapa penyalahgunaan Boraks dalam pangan diantaranya bakso, cilok, lontong dan mie.

Boraks dilarang digunakan untuk pangan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.

Kegunaan Boraks sebenarnya untuk campuran pembuatan gelas, pengawet kayu, salep kulit, dan campuran pupuk tanaman.
Ciri-ciri pangan mengandung Boraks antara lain bakso memiliki tekstur kenyal, dengan warna cenderung agak putih dan rasa sangat gurih, sedangkan kerupuk memiliki tekstur sangat renyah dan rasa getir.

Pengganti bleng yang aman untuk makanan

BBPOM di Yogyakarta bersama lintas sektor terkait seperti Dinas Kesehatan, Disperindag, Dinas Pasar dan lain-lain tak henti-hentinya menginformasikan kepada masyarakat terkait larangan penggunaan Bleng pada pada pangan, baik melalui media cetak, elektronik maupun secara langsung. Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan timbulnya penyakit-penyakit tidak menular di masyarakat.

Penggunaan Bleng pada pembuatan bakso dapat diganti dengan Sodium Tri Poli Phosphat (STPP) atau misonyal yang dapat dibeli di toko yang menjual bahan-bahan untuk kue. Sedangkan bahan alami tepung kanji/ tapioka dapat digunakan sebagai pengganti bleng pada pembuatan kerupuk gendar.

Adanya peredaran bleng di masyarakat menjadi tanggung jawab kita bersama, rantai peredarannya harus segera dipotong, agar tidak ada lagi penggunaan bleng di masyarakat karena ketidaktahuan akan bahaya yang mengancam. Masih tingginya angka penyakit tidak menular di masyarakat yang berasal dari pangan yang tidak aman harus menjadi perhatian,

Agar terhindar dari pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Boraks. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjadi konsumen cerdas :
– Konsumen agar berhati-hati dalam memilih produk pangan
– Perhatikan ciri-ciri produk pangan yang mengandung Boraks, bila ragu tidak perlu membeli
– Cari dan tambah pengetahuan melaui seminar, televisi, radio, koran, leaflet, booklet, poster, dll. (Eva Abdullah, dengan tambahan sumber dari BPOM Jogjakarta)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkungan

Lagi! Limbah cair cucian jins dibuang ke kali

limbah1

Wonopringgo, Wartadesa. – Praktik “kotor” pengusaha cucian jins dengan membuang limbah cairnya langsung ke kali ditemukan kembali oleh warga Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Meski kali ini bukan pengusaha desa setempat, melainkan desa yang bersebelahan, dengan asal sumber limbah cair diatas aliran kali Desa Pegaden.

Rabu (18/12) malam, sehabis salat Isya tepatnya. Seorang warga Pegaden Tengah mencium aroma tidak sedap (kembali–setelah beberapa minggu aroma tersebut hilang dari sekitar mereka). Pemuda berinisial S ini kemudian turun ke kali yang melintas di tepi perkebunan tebu di desanya. Dengan senter seadanya, ia mencium bau tak sedap tersebut bersumber dari air yang mengalir. Iapun kemudian mengeluarkan ponselnya, merekam kondisi air yang kembali hitam dengan aroma tak sedap.

Beberapa warga lainnya kemudian mengecek sumber utama pembuangan limban cair cucian jins. Mereka mengambil sampel air yang kemudian dimasukkan ke dalam botol minuman kemasan, untuk dilakukan tes hari ini (Kamis, 19/12). Dengan menyusuri aliran sungai menuju ke arah Selatan. Beberapa pemuda Pegaden Tengah menyusuri sumber pembuang limbah cair cucian jins.

Baca: warga-segel-limbah-cucian-jins-boleh-dibuka-asal

dugaan-pencemaran-limban-cucian-jins-pegaden-tengah-diselidiki

limbah-cucian-jins-pegaden-tengah-disedot

Dugaan awal bahwa limbah sengaja dialirkan ke sungi oleh para pengusaha desa setempat yang sebelumnya disegel oleh warga, dan baru satu hari dibuka oleh Satpol PP Kabupaten Pekalongan tidak terbukti. Mereka menyusuri sungai makin ke Selatan. Dan ternyata, sumber limbah cucian jins yang langsung dibuang ke kali berasal dari salah satu pengusaha cucian jins Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo.

“Ternyata bukam dari ketiga loundry yang kemaren buka segel. (sumbernya) Dari loundry jeans Rowokembu pak… Ini juga masih kita selidiki juga.” Tutur Ahmad, salah seorang pemuda Pegaden dalam rombongan yang menyusuri kali Pegaden malam itu.

Meski sudah mengantongi nama, siapa yang membuang limbah cucian jins ke kali. Ahmad belum bersedia menyebut nama pengusaha tersebut. “Belum berani keluarkan nama pak. Besok saya akan konfirmasi dulu dengan anggota BPD (Pe)gaden dari dukuh Seputut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga usaha cucian jins di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan akhirnya dibuka segelnya. Sebelumnya usaha tersebut disegel warga dalam sebuah aksi warga beberapa waktu silam. Pembukaan segel tersebut menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan karena sudah memenuhi persyaratan. Selasa (17/12).

Adapun tiga lokasi usaha cucian jins yang dibuka segelnya, dan diperbolehkan beroperasi kembali adalah usaha cucian jins milik Makmur, Sutikno dan Abdul Karim. Sebelum pembukaan segel, petugas yang datang  Kasat Pol PP Kab. Pekalongan Risnoto, Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Susilo Kalis Rubiyono, S.H., Camat Wonopringgo diwakili Topo Harjanto, Danramil Wonopringgo Kapten Sunarto, Kapolsek Wonopringgo Iptu Akhmat Fauzi, Dinas Perkim dan LH Zahlul Khafizin, dan ketiga pengusaha, mendengarkan pembacaan berita acara surat perintah pembukaan segel.

Dalam berita acara telah dimuat diantaranya Surat Perintah Kepala Katuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan Nomor : 800/533/2019 tanggal 16 desember 2019 perihal pembukaan segel usaha laundry di Desa Pegadentengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Dasar pertimbangan surat perizinan usaha sudah lengkap, sudah memiliki bak penampungan limbah dan siap untuk menyedot, berita acara peninjauan bak tampung oleh Dinas perkim LH dan Pemerintah Desa serta masyarakat dan surat pernyataan yang dibuat pemilik usaha yang disaksikan oleh para pihak.

Pembukaan segel menurut petugas dalam rangka dilakukannya uji coba IPAL di masing-masing pengusaha guna menentukan atau mengetahui kelayakan IPAL yang dimiliki oleh para pengusaha. Pembukaan segel cucian jins di Desa Pegadentengah dilaksanakan secara simbolis di tempat usaha Makmur.

Diberitakan sebelumnya, warga menolak pembukaan segel usaha cucian jins  pada saat ujicoba sampel limbah yang akan diproses pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ahmad, warga setempat saat dikonfirmasi Warta Desa, Ahad (15/12) mengatakan bahwa penolakan warga terhadap pembukaan segel pembuangan limbah cucian jins oleh warga, sebelum ada kesepakatan tertulis bahwa para pengusaha tidak akan mengalirkan limbahnya ke sungai.

“Poin (point)  intinya adalah rasa ketidakpercayaan warga kepada para pengusaha (tidak mengalirkan limbah ke sungai), karena pengalaman selama puluhan tahun warga selalu dibohongi (limbah tidak dialirkan ke sungai … tetapi tetap saja dialirkan ke sungai … utamanya pada malam dinihari,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ahmad menambahkan, sebelumnya berkali-kali para pengusaha berjanji tidak akan mengalirkan air limbah cucian jins ke sungai, tetapi masih saja mengalirkannya ke sungi.

Diketahui pada Kamis (12/12) perwakilan warga menyampaikan keberatan warga terhadap pembukaan segel saluran pembuangan limbah cucian jins Desa Pegaden Tengah dengan mendatangi kantor Camat Wonopringgo. Warga meminta camat setempat menandatangani pernyataan menolak membuka segel. Namun pihak kecamatan menolak menandatangani karena ingin berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Satpol PP Kabupaten Pekalongan dan dinas terkait.

“Terkait pembukaan segel yang dikabarkan akan dibuka hari ini (Kamis),  perwakilan warga datang ke kecamatan meminta untuk menandatangani surat penolakan pembukaan segel cucian jins. Secara terbuka camat menolak terlebih dahulu untuk menandatangani surat penolakan tersebut dikarenakan camat ingin mengkoordinasikan surat penolakan tersebut terlebih dahulu kepada pihak satpol PP yang mempunyai wewenang dalam pembukaan segel,” lanjut Ahmad.

Ahmad menambahkan, jika untuk melakukan uji sampel limbah pada IPAL pengusaha cucian jins, warga meminta agar saluran yang disegel warga tidak dibuka. “Kalo cuman uji coba pembukaan IPAL dan juga mencari win solution (solusi bersama) dengan mendatangkan air limbah dari usaha cucian jins yang lain kemudian diproses di IPAL. Apabila sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku maka warga dapat menyetejui pembukaan segel tersebut.” Tuturnya.

Warga juga meminta jika nantinya ada  pengusaha yang tetap melanggar, dengan membuang limbah tanpa diolah IPAL, usaha tersebut langsung di tutup oleh dinas atau instansi terkait.

Dalam kesepakatan sebelumnya saat pertemuan antara Dinas Perkim dan LH dengan warga, bahwa  uji coba harus menggunakan limbah yang bersumber dari usaha itu sendiri dan Satpol PP bersedia untuk menutup langsung apabila ada pengusaha yang melanggar.

Saat ini pembukaan segel saluran limbah cucian jins ditunda terlebih dahulu menunggu kesepakatan warga Pegaden Tengah dengan pengusaha. “Rencananya akan ada pertemuan lagi pada hari Rabu (18/12) untuk membuat kesepakatan bersama antara warga dengan pengusaha cucian jins,” pungkas Ahmad. (Eva Abdullah)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Duh! 403 warga Kota Santri terpapar HIV/AIDS

perempuan rentan hiv

Kajen, Wartadesa. – Miris dan musti mengurut dada. Bagaimana tidak! sedikitnya 403 kasus HIV masih mendera keluarga Kota Santri. Meski berada pada lima terbawah di Jateng, kasus HIV/AIDS tersebut menimpa 184 penderita perempuan dengan 115 orang merupakan ibu rumah tangga.

Demikian disampaikan oleh Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan  saat membuka Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita yang digelar oleh PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyongsong Hari Ibu Tahun 2019,di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni. Jumat (13/12)

Asip menyebut, dari seluruh total 403 kasus HIV. Tahun 2019 ini ada 76 kasus HIV dengan 27 kasus menimpa kaum perempuan, dan 25 diantaranya ibu rumah tangga.

“Menurut data pada tahun ini 76 penderita HIV dengan 27 diantaranya adalah wanita dan 25 ibu rumah tangga.” Ujar Asip.

Asip menyebut kesehatan seksual dan kekerasan seksual masih membayangi kaum perempuan di Kota Santri. Sehingga dibutuhkan sosialisasi dan upaya pencegahan. “Dan yang terpenting adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang bermutu, aman dan bermanfaat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” terangnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pembangunan Puskesmas Kajen 1 dan 2 terancam gagal

gagal lelang

Kajen, Wartadesa. – Pembangunan Puskesmas Kajen 1 dan Puskesmas Kajen 2 terancam gagal lantaran gagal lelang. Demikian terangkum dalam kunjungan Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/12) ke Dinas Kesehatan tekait pembangunan dua Puskesmas tersebut.

Abdul Munir, Ketua Komisi C mengungkapkan pihaknya prihatin dengan gagal lelangnya dua Puskesmas di Kajen akibat jadwal (lelang) terlalu mepet. “Kami sangat prihatin karena seharusnya masyarakat sudah bisa menikmati Puskesmas yang nyaman dan bagus, karena gagal lelang akhrinya tertunda 1 tahun lagi.” Ujarnya.

Munir menambahkan, Puskesmas Kajen 1 dan Puskesmas Kajen 2 baru bisa dianggarkan tahun depan. “Tahun depan belum dianggarkan untuk yang gagal lelang dan baru dianggarkan pada tahun 2021,” lanjutnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan, Ida Sulistiyani menjelaskan bahwa untuk rencana tahun 2019 di Dinas Kesehatan ada 6 proyek. RSUD Kesesi, Puskesmas Talun, Puskesmas Kajen 1, Puskesmas Kajen 2, Puskesmas Pembantu Jetak Kidul dan Puskesmas Pembantu Kwasen.

“Untuk puskesmas kajen 1 dan 2 mengalami gagal lelang karena tidak ada peserta yang memenuhi syarat teknis,” tutur Ida.

Ida menambahkan, pada tahun 2020 Pemkab merencanakan pembangunan 9 proyek Puskesmas, diantaranya,  Puskesmas Wonopringgo, Puskesmas Siwalan dan RSUD Kesesi, Puskesmas Pembantu Kalijoyo, Puskesmas Pembantu Lolong, Puskesmas Pembantu Sijambe, Puskesmas Pembantu Pegandon, Puskesmas Pembantu Lemah Abang dan Puskesmas Pembantu Sembung Jambu.

Menurut Ida, pihaknya akan lebih serius dan fokus dalam perencanaan, sehingga kejadian tender gagal lelang tidak terjadi lagi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya