close
Anti HoaxKesehatan

Pasien RSUD Kardinah asal Pemalang dinyatakan negatif Korona

corona
Ruang isolasi RSUD Kardinah Tegal. Foto: Kompas
  • Hoax! Kabar pasien terjangkit Korona di RSUD Kraton dan Batang

Pemalang, Wartadesa. – AM warga Pemalang yang diisolasi di RSUD Kardinah sejak Kamis (05/03) dinyatakan negatif virus Korona, Jum’at (13/03). Hal tersebut diungkapkan Tim Ad Hocc Penanganan Covid-19 RSUD Kardinah Tegal, sesuai hasil labortorium Balitbangkes Kemenkes di Jakarta.

“Kemarin sudah keluar, (hasilnya) Negatif,” kata Ketua Tim Ad Hocc Penanganan Covid-19 RSUD Kardinah Rahman Edi Santoso dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya AM (40) dirujuk dari RSUD Dr. M Ashari Pemalang lantaran mengalami gejala mirip penderita suspek Korona. Yakni batuk, demam dan sesak nafas. Rahman mengatakan, saat ini AM hanya divonis menderita sakit radang paru-paru atau pneumonia dan sudah keluar ruang isolasi.

“Kondisi pasien sudah stabil. Saat ini sudah pindah ke ruang perawatan biasa,” kata Edi Santoso. Meski sudah dinyatakan negatif virus corona, tim medis masih melakukan perawatan sebagai upaya menyembuhkan pneumonia yang dideritanya. “Maksimal Senin sudah boleh pulang,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan oleh Warta Desa, seorang warga Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Pemalang yang baru pulang dari Singapura mengaami indikasi suspek virus Korona (Covid-19). Ia kemudian dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal untuk menjalani observasi, Kamis (05/03) sore.

Kades Mangli, Mangus Sudibyo mengatakan bahwa pasien tersebut hanya menderita flu biasa dan bukan warga Desa Kalimas, melainkan warga Desa Mangli, Kecamatan Randudongkal, Pemalang yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). “Itu warga saya yang kebetulan baru pulang dari luar negeri seminggu yang lalu bekerja di kapal. Bahkan sebelum kabar ini geger saya kebetulan jalan bareng ke Semarang,” kata Manggus Sudibyo .

Mangus Sudibyo, menambahkan bahwa sudah menjadi prosedur bahwa pasien yang mengalami gejala seperti suspek Korona dilakukan tindakan sesuai SOP (standar operasional prosedur).

Sebelum pasien tersebut dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal, lanjut Mangus, ia pergi bersama ke Semarang, namun karena kecapaian ia terserang flu dan memeriksa kondisinya ke Puskesmas Kalimas.

Sementara Kades Kalimas, Murdi, sebelumnya sudah membantah jika warga yang diisukan suspect corona bukan warga Kalimas, tetapi warga Desa Mangli yang kebetulan periksa di Puskesmas Kalimas.

“Hoax, itu bukan warga Kalimas, tetapi warga Mangli yang kebetulan pulang kampung 12 hari yang lalu dari Singapura,” kata Murdi.

Kabar Pasien Terpapar Korona di Batang, Hoax

Terkait kabar adanya warga Batang yang dinyatakan posirif terkena Korona beberapa waktu lalu di media sosial, Bupati Batang Wihaji menegaskan kepada masyarakat di wilayahnya agar tidak mudah percaya dengan informasi hoaks adanya pasien suspek Korona di Kabupaten Batang. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada masyarakat Kabupaten Batang dinyatakan positif terkena Covid-19 dan dilarikan ke rumah sakit rujukan yang ada.

“Banyak informasi beredar bahwa ada masyarakat Batang yang suspect virus corona dan dibawa ke rumah sakit rujukan. Namun informasi itu saya tegaskan tidak benar atau hoaks,” tegas Bupati Wihaji, usai menggelar rapat koordinasi di ruang pertemuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Sabtu (14/03/).

Wihaji mengatakan, bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Batang masih aman dari virus corona. Menurutnya, belum ada laporan resmi adanya masyarakat Batang yang suspek virus Korona. “Saya sudah cek sejumlah rumah sakit di Batang, hasilnya mereka tidak pernah merujuk pasien virus corona. Jadi informasi yang tersebar di media sosial itu tidak benar,” jelasnya.

Hoax Pasien Terpapar Korona Juga Beredar

Kabar adanya pasien terpapar virus Korona di RSUD Kraton dibantah oleh direktur rumah sakit setempat, dr Eko Wigiantoro  mengatakan bahwa terkait beredarnya informasi tentang adanya pasien Covid-19 di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan yang telah beredar di masyarakat melalui media sosial, dengan ini kami informasikan bahwa kabar tersebut adalah hoax.

“Sampai saat ini belum ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kraton.” Ujar Eko.

Eko  menghimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada. Mari jaga pole hidup sehat dan budayakan cuci tangan. (Eva Abdullah denan tambahan sumber kompas.com)

Tags : Convid-19coronakorona