close

Anti Hoax

Anti HoaxSosial Budaya

Tidak benar! Bayi jadi tumbal pesugihan

banjarejo

Karanganyar, Wartadesa. – Isu meresahkan dikalangan warga Desa Banjarejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan tentang adanya tumbal bayi untuk pesugihan, tidak benar. Demikian disampaikan oleh Kapolsek Karanganyar AKP Taukhid dalam pertemuan antara empat orang tua bayi yang meninggal, pihak yang dituduh melakukan pesugihan, puluhan warga desa setempat, petugas Dinas Kesehatan, RSUD Kajen, dan unsur Muspika Karanganyar di kantor balai desa. Sabtu (18/01)  kemarin.

“Semua kesalahpahaman yang ada sudah clear (selesai). Situasi di Desa Banjarejo sekarang kondusif dan terkendali. Warga bisa menerima penjelasan yang disampaikan petugas medis, sehingga warga sudah tidak resah lagi,” ujar AKP Taukhid.

Isu meresahkan adanya tumbal pesugihan di Banjarejo dipicu rumor (desas-desus) yang tidak benar, bahwa empat bayi meninggal untuk tumbal pesugihan. Dan isu yang beredar menyebut masih butuh dua bayi lagi sebagai tumbal pesugihan. Hal tersebut membuat warga tidak nyaman dan resah, utamanya para ibu yang sedang mengandung.

Untuk menepis kabar burung tersebut, dilakukan pertemuan yang digelar di balaidesa kemarin. Terungkap dalam pertemuan tersebut bahwa keempat bayi yang meninggal murni karena sebab medis.  dr Endang, perwakilan dari RSUD Kajen mengatakan bahwa pada Desember 2019, bayi pertama sudah meninggal saat dikandungan sang ibu, sehingga dilakukan operasi cesar untuk mengeluarkan bayi tersebut.

Endang melanjutkan, pada Januari 2020, dua bayi meninggal  akibat cacat bawaan pada salah satu bayi sedang bayi yang ketiga meninggal lantaran tidak mempunyai dinding perut. Sementara, masih menurut Endang, bayi keempat kelebihan umur dalam kandungan dua minggu. Bayi keempat sempat dirawat satu hari, namun karena sesak nafas, sang bayipun meninggal.

Waka Polres Pekalongan Kompol Mashudi berharap agar warga tidak menerima berita secara mentah-mentah. “Karena dengan adanya berita hoaks bisa menimbulkan gangguan kamtibmas barupa main hakim sendiri ataupun gangguan lainnya,” katanya.

Mashudi meminta agar seluruh pihak terkait saling memaafkan karena berita tersebut merupakan berita bohong. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Anti HoaxPolitik

Ratusan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah beredar di Batang

indonesia barokah

Batang, Wartadesa. – Ratusan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah beredar di sejumlah kecamatan Kabupaten Batang, tabloid tersebut menyasar di sejumlah masjid dan pondok pesantren (Ponpes).

Dilansir dari Antara Jateng, 364 eksemplar tabloid Indonesia Barokah beredar di Batang. Menurut Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batang, Mabrur, Sabtu (26/01), beberapa eksemplar tabloid tersebut sudah ada yang terdistribusikan dan ada yang belum.

“Tabloid ini telah beredar di hampir semua kecamatan dan sebagian lagi masih berada di masjid dan ponpes. Saat ini, kami masih menunggu hasil kajian dari Bawaslu Pusat bersama Dewan Pers,” kata Mabrur.

Mabrur menambahkan, tabloid tersebut sebagian masih berada di lokasi (masjid dan ponpes) dan beberapa sudah diserahkan kepada panitia pengawas kecamatan (Panwascam) di masing-masing kecamatan.

Hingga saat ini Panwas Pemilu belum melakukan penyitaan tabloid Indonesia Barokah di Batang, kecuali ada pihak yang menyerahkannya, lanjut Mabrur.

“Memang beberapa (tabloid) sudah ada yang diserahkan di panwascam masing-masing. Demikian pula, juga ada yang masih berada di lokasi (masjid dan ponpes),” lanjut Mabrur.

Bawaslu Kabupaten Batang sedang mengkaji permasalahan tersebut dan menginventarisasi tabloid Indonesia Barokah sambil mengunggu arahan dari Bawaslu Pusat.

“Permasalahan ini masih dalam proses pengkajian, kita masih menginventarisasi dulu dan menunggu arahan dari Bawaslu pusat,” kata Mabrur. (Sumber: Antara Jateng)

selengkapnya
Anti HoaxLayanan PublikSosial Budaya

Isu Watu Bale akan runtuh tidak benar

watu bale

Lebakbarang, Wartadesa. – Isu yang berkembang di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan terkait akan runtuhnya Watu Bale, batu sebesar rumah, akan runtuh dan meluluhlantakkan pedukuhan Sidorejo, Desa Sidomulyo adalah tidak benar alias hoax (hoaks). Demikian disampaikan oleh Aiptu Sutrisno, Kasi Humas Polsek Lebakbarang, semalam. Rabu (19/12)

“Jangan mudah percaya dengan kabar dan berita yang belum tentu kebenaranya, apalagi di tahun politik seperti sekarang ini, di media sosial banyak beredar dan berkembang berita bohong atau hoax, untuk itu bapak ibu sekalian sekali lagi jangan mudah percaya kepada berita atau kabar yang belum tentu kebenaranya atau hoax” ujar Aiptu Sutrisno saat memberikan konfirmasi kepada warga setempat bersama Serma Supomo, Babinsa setempat di rumah Warnadi, Ketua Rt 91/02 Dukuh Sidorejo, Sidomulyo.

Sebelumnya, warga dukuh setempat termakan isu bahwa Watu Bale akan runtuh dan meluluhlantakkan pedukuhan mereka, akibat dari isu yang berkembang tersebut sudah ada dua keluarga yang mengungsi, yaitu Cahyadi (43th) dan keluarga mengungsi ke Desa Tembenggunung dan Faturohji (45th) mengungsi ke Dukuh Kumenyep Desa sidomulyo. Selasa, (18/12)

Watu Bale adalah sebuah batu sebesar rumah yang berada di puncak bukit diatas pedukuhan Sidorejo Desa Sidomulyo Lebakbarang, isu tersebut diawali oleh cerita dari sdri. Siru (51th) yang menceritakan bahwa ada salah seorang warga mendapat wangsit bahwa Watu Bale dalam waktu dekat ini akan ngglundung/ runtuh serta meluluhlantakan pedukuhan dan warganya, cerita dari sdri. Siru tersebut berkembang dari mulut ke mulut sehingga membuat panik seluruh warga pedukuhan sehingga membuat dua keluarga mengungsi dan beberapa warga saling tuding dan menyalahkan satu sama lain.

Dihadapan beberapa warga yang hadir di rumah ketua RT setempat Aiptu Sutrisno secara bergantian dengan Serma Supono menjelaskan kepada warga bahwa isu tersebut tidak benar dan menghimbau warga agar tidak panik, namun warga tetap diminta untuk waspada, karena saat ini musim hujan dan longsor tanah bisa terjadi sewaktu–waktu.

Warga akhirnya memahami dan mengerti bahwa hal tersebut hanya isu semata. (WD)

selengkapnya