close
Kesehatan

Pasien diduga suspek Korona asal Pemalang dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal

ilustrasi korona
ilustrasi. Foto: Gatra

Pemalang, Wartadesa. – Seorang warga Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Pemalang yang baru pulang dari Singapura mengaami indikasi suspek virus Korona (Covid-19). Ia kemudian dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal untuk menjalani observasi, Kamis (05/03) sore.

“Memang benar ada warga Kalimas, Randudongkal yang terindikasi mirip covid 19, namun untuk memastikan kebenaranya saat ini pasien dirujuk ke RSUD M Ashari,” kata Indra pegawai Puskesmas Kalimas.

Sunarto Budi Santoso, Direktu RSUD M Ashari Pemalang dalam konferensi pers kemarin sore mengatakan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah sesuai standar opersional prosedur yang ada. “Begitu menerima informasi, kita langsung melangkah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Kita lakukan assesment. Pasien kita tangani melalui pintu khusus menuju ke ruang isolasi. Petugas medis yang menangani juga sesuai SOP, berpakaian dengan Alat Pelindung Diri (APD),” kata Sunardo Budi Santoso.

Sunardo menambahkan, karena RSUD M Ashari Pemalang, bukan rumah sakit yang ditunjuk menangani pasien suspect virus corona, maka pasien dirujuk ke RSUD Kardinah, Kota Tegal. “Pasien diantar sudah diantar dengan mobil ambulan khusus dan tim medis memakai pakaian APD, yang mirip astronot, sebagai bagian dari kewaspadaan,” kata Sunardo.

Saat ini pasien yang mengalami gejala mirip pasien suspect virus corana itu, sudah diterima tim medis RS kardinah. “Status pasien sekarang dalam pengawasan. Tentu saja langkah yang diambil tim medis sesuai SOP, ya penanganan pasien dalam pengawasan. Kita juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemalang,” ujar Sunardo.

Sunardo mengimbau masyarakat untuk tidak memakan isu hoax atau berita bohong yang seolah olah pasien tersebut sudah positif terjangkit virus corona. Padahal ada mekanisme medis yang harus dilakukan tim medis untuk memutuskan status suatu penyakit.

“Jadi kami tekankan, pasien warga Kalimas itu hanya menderita sakit yang mirip virus corona, dan hasilnya akan kami sampaikan berkala kepada publik. Kalau seandainya, sekali lagi kalau seandainya, ditemukan kasus virus corona di Pemalang, tentu akan ada langkah-langkah lokalisir,” tutup Sunardo.

Pada konferensi pers itu, tim medis RSUD M Ashari, dr Lia menyebut, pasien berinisial A, berumur 40 tahun, warga Kalimas, Randudongkal, Pemalang itu, diketahui 15 Februari pulang dari Singapura. Setelah diambil sampel darahnya, diketahui pasien itu terdeteksi ada infeksi paru-paru.

Konferensi pers itu juga dihadiri oleh Kasat Intel dan Kasat Binmas Polres Pemalang. “Dengan penjelasan ini, mohon masyarakat tidak resah. Jangan termakan isu yang tidak benar,” kata Kasat Intel AKP Amin Mezi. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : coronacorvid-19koronapemalang