close

Kesehatan

KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Razia, sarden diduga mengandung cacing masih dijual

ilustrasi sarden bercacing

Pekalongan, Wartadesa. – Masih ditemukan produk ikan kaleng yang mengandung cacing dijual di sejumlah supermarket di Kota Pekalongan. Hal tersebut terlihat dari hasil inpeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh tim gabungan Dinas Kesehatan,  Dinas Kelautan dan Pangan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Kelautan dan Perikanan, Satpol PP serta Polres Pekalongan, Selasa (03/04).

Tim melakukan sidak di sejumlah supermarket dan toko di Pekalongan, menurut tim, dari pengecekan mereka, masih didapat produk ikan kemasan kaleng yang dicurigai mengandung parasit cacing didalamnya dijual dipasaran.

[wp_ad_camp_1]

“Dari hasil pantauan tadi, masih ditemukan produk ikan kaleng yang mengandung cacing. Kemudian kami arahkan untuk segera ditarik dan tidak dijual, mungkin dari pihak pengelola toko belum melakukan pengawasan,” kata Setya Budi,  perwakilan tim gabungan.

Setya menambahkan bahwa setelah menemukan masih banyaknya supermarket dan toko masih menjual produk ikan kaleng diduga bercacing, pihaknya meminta pemilik toko dan supermarket menarik produk tersebut dan menyimpannya.

Tim gabungan meminta agar produk tersebut tidak dijual kembali.

Namun, masih menurut Satya, tim gabungan tidak menemukan  produk ikan kaleng yang ditarik dari peredaran.  “Tidak ditemukannya makanan ikan kaleng yang dimaksud, lantaran pihak pengelola supermarket maupun toko ritel itu sudah merespon dengan melakukan penarikan produk tersebut pasca mendapatkan edaran dari pusat,” jelasnya.

Sementara itu di Kabupaten Pekalongan, sebelumnya, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Pekalongan memperketat pengawasan peredaran makanan di wilayah Kota Santri.

Hingga saat ini pihak Disperindagkob UMKM Kabupaten Pekalongan belum menemukan maupun mendapatkan laporan adanya sarden bercacing di wilayahnya.

Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) UMKM Dewi Fabanyo, mengungkapkan adanya temuan cacing dalam kemasan kaleng ikan sarden di beberapa daerah membuat pihaknya berupaya mengantisipasi peredaran makanan tidak layak konsumsi di wilayah Kota Santri.

Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan. Di Kota Santri belum ditemukan sarden bercacing, “Memang dibeberapa daerah ada, namun di Kabupaten Pekalongan sampai saat ini belum ada temuan adanya cacing yang berada dalam kemasan sarden,” terangnya.

Menurut Dewi, bila ada warga yang menemukan sarden bercacing untuk melaporkan ke pihak kepolisian atau Disperindagkop, “Kalau memang ada masyarakat yang menemukan cacing pita dalam kemasan sarden, langsung saja dilaporkan ke kami. Dengan dasar laporan itu maka kami bisa bergerak cepat dengan turun ke lokasi. Kalaupun memang ada pastinya akan kami ambil langkah tegas,” tandasnya.

Dewi berharap agar warga Pekalongan menjadi konsumen cerdas dengan melaporkan apabila menemukan produk yang dibelinya kemasannya rusak maupun kadaluarsa. (Eva Abdullah dan sumber Panturapost)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
EducationKesehatanPendidikan

50 pelajar dites urine dan digeledah tasnya, ini hasilnya

tes urine

Pekalongan Kota, Wartadesa. – 50 siswa MAN 03 Kota Pekalongan dites urine, selain itu petugas juga menggeledah 292 tas siswa dalam sebuah sidak narkoba yang digelar oleh Sat Resnarkoba Polres Pekalongan Kota bersama dengan Kesbangpol Kota Pekalongan, BNN Kabupaten Batang, Satpol PP Kota Pekalongan dan Dinas Kesehatan. Senin (3/4).

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu melalui Kasat Narkoba AKP Rohmat Azhari mengatakan, Langkah ini bertujuan untuk mencegah dan menekan angka pengguna narkoba di kalangan pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.

[wp_ad_camp_1]

Selepas melakukan razia tas dan tes urine, petugas melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Sosialisasi tersebut dilakukan dikalangan pelajar mengingat pelajar menjadi sasaran empuk peredaran barang haram tersebut.

“Selain itu banyaknya kasus peredaran narkoba di lapisan masyarakat akhir-akhir ini banyak melibatkan kalangan pelajar khususnya,” kata AKP Rohmat Azhari.

Dari keseluruhan tes urine pelajar semuanya negatif mengkonsumsi narkoba. (Eva Abdullah)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

PKS Tolak pencabutan Perwal tentang larangan iklan rokok

ilustrasi anti rokok

Pekalongan Kota, Wartadesa. – FPKS DPRD Kota Pekalongan menolak rencana pencabutan Peraturan Walikota No. 36 tahun 2011 tentang Larangan Iklan Rokok. Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Pekalongan, Aji Suryo, mengatakan Fraksi PKS akan menolak terhadap rencana pencabutan Perwal tentang Larangan Iklan Rokok di daerah itu karena pendapatan iklan tidak sebanding dengan dampak buruk merokok. Kamis (29/03).

“Tentang rencana pencabutan Perwal itu, kami minta Wali Kota Pekalongan perlu mengkaji ulang wacana tersebut karena pertimbangan dicabutnya peraturan tersebut apakah hanya karena faktor pendapatan yang masuk ke daerah agar dapat lebih besar,” ujar Aji

Menurut Aji, pemasukan dari iklan rokok tidak sebanding dengan dampak buruk kebiasaan merokok. Dia meminta agar Walikota Pekalongan mengkaji ulang wacana pencabutan peraturan tersebut,  “Oleh karena itu, mohon dikaji ulang wacana mencabut Perwal itu. Kami sangat tidak mendukung ketika wacana tersebut disampaikan.” katanya.

Aji mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin generasi muda Pekalongan terpapar rokok lebih dini, “Kami tidak ingin generasi ke depan bisa terpapar rokok lebih dini,” katanya.

Sementara itu Fraksi PPP malah mendukung pencabutan perwal tersebut, menurut Mabrur, Ketua Fraksi PPP, iklan rolik tidak berimplikasi langsung pada kesehatan warga,  “Iklan rokok tidak berimplikasi langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Apalagi di televisi juga sudah banyak iklan rokok, kita hentikan pun juga tidak ada pengaruhnya,” katanya.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz menyampaikan wacana pencabutan Perwal tentang larangan iklan rokok, dengan pencabutan perwal tersebut pendapatan asli daerah dari perusahaan rokok lebih besar. “Kendati demikian, kami akan terlebih dulu memastikan perusahaan rokok harus memberikan sumbangsih besar terhadap pembangunan daerah. Selain itu, kami juga akan minta masukan dari berbagai elemen masyarakat sebelum mengambil keputusan tentang wacana tersebut,” katanya.

Hanya Indonesia yang membolehkan Iklan Rokok di ASEAN

Menurut Direktur Eksekutif Aliansi Pengendali Tembakau Asia Tenggara (SEATCA), Bungon Ritthiphakdee hanya Indonesia yang masih memperbolehkan iklan rokok. “Seluruh negara-negara Asia Tenggara telah melarang total iklan tembakau di media cetak, televisi, radio dan film, kecuali Indonesia.” Ujarnya dalam siaran pers yang diterima Antara, Selasa (29/03).

Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam telah total melarang iklan rokok di titik-titik penjualan.  Ritthiphakdee menyatakan, kebijakan pajak dan cukai tembakau di negara-negara Asia Tenggara secara tertahap telah diperkuat, meskipun harga rokok di beberapa negara masih sangat rendah, di bawah 1 dolar Amerika Serikat per bungkus.

Seluruh negara Asia Tenggara juga telah menerapkan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok. Yang terbesar adalah Thailand (85 persen di bagian depan dan belakang) disusul Brunei Darussalam, Laos dan Myanmar sebesar 75 persen.

“Adapun hukum di Thailand saat ini juga menerapkan kemasan polos dan terstandar untuk produk tembakau,” ujarnya.

Di Thailand, kios-kios tidak memajang rokok secara bebas, walau bungkusnya sudah diharuskan polos warna putih. Hanya orang dewasa yang boleh membeli rokok, itupun harus menunjukkan identitas, dan rak penyimpan rokok selalu ditutup.

Kios-kios yang berada di dekat sekolah, wihara, rumah sakit, dan instalasi umum, dilarang keras menjual rokok.

Di Indonesia, penjualan rokok sangat liberal. Tidak jarang justru yang menjaga warung rokok adalah anak-anak yang seharusnya dilindungi dari paparan efek buruk rokok. Orang bebas menjual rokok di mana saja, bahkan di samping sekolah atau rumah sakit.

Menurut Ritthiphakdee, penggunaan tembakau masih menjadi salah satu penyebab kematian dini di dunia yang sebenarnya dapat dicegah.

Di wilayah Asia Tenggara, tembakau membunuh sekitar 500.000 orang per tahun dengan komposisi setengah laki-laki dewasa adalah perokok yang merupakan 10 persen dari total perokok dunia.

Ritthiphakdee mengatakan SEATCA mendukung laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang Epidemi Tembakau Global 2017 yang menyatakan terdapat kemajuan substansial dalam pelaksanaan Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC).

“Kami mengapresiasi WHO yang telah memandu para pembuat kebijakan tidak hanya di ASEAN, tetapi juga di seluruh dunia, dengan sumber daya yang praktis dan tidak ternilai itu,” katanya. (Sumber: Antara)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Jumlah Gay di Kota Santri memprihatinkan

ilustrasi gay

Kajen, Wartadesa. – Jumlah kaum lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT) di Kota Santri mengalami kenaikan cukup pesat. Bahkan perilaku seks menyimpang di kota yang terkenal dengan sego megononya tersebut sudah masuk tahap memprihatinkan.

M. Iqbal Masruri, pengelola program  KPA Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa data dari Kemenkes tahun 2012, tercatat 4.046 gay di Kabupaten Pekalongan. Jumlah pelaku perilaku seks menyimpang ini memprihatinkan, “Di Kabupaten Pekalongan, berdasarkan estimasi dari Kemenkes 2012, jumlah pria gay diperkirakan mencapai 4.046 jiwa. Jumlah tersebut kemungkinan berkembang pesat,” ujarnya seperti diberitakan radartegal.com.

Menurut Iqbal ada komunitas di media sosial facebook yang menampung gay, bahkan tak sedikit yang melakukan tukar-menukar pasangan dan tawar menawar melalui forum grup di fb tersebut.

Informasi yang didapatkan, grup komunitas gay Pekalongan pengikutnya mencapai lebih dari 1.500 orang. Dalam grup terbuka itu, mereka tak risih untuk tawar menawar dan janjian dengan sesama jenis. Usia anggota di grub antara 17 hingga 30an tahun.

Faktor penyebab, lanjut Iqbal, kaum Sodom ini karena faktor lingkungan yang mempengaruhi orientasi seks, namun ada juga karena penyebab lain, yakni masalah psikologis. “Faktor lain bisa diakibatkan karena trauma psikologis, seperti dikhianati atau disakiti pasangannya, yang pada akhirnya membuat orang tersebut menemukan kenyamanan dengan sesama jenis,” ujar Iqbal.

Menurutnya, kelainan psikologis bisa menular. Seseorang yang dalam kondisi psikologis tidak stabil bisa tertular. “Tapi butuh proses atau jalan yang panjang. Sehingga kita perlu memahami diri kita sebagaimana manusia yang diciptakan Tuhan dengan dua jenis, yakni laki-laki dan perempuan,” imbuhnya menjelaskan

Perilaku seks menyimpang sesama jenis yang dilakukan kaum gay sendiri cukup berisiko terhadap penularan virus HIV. Berdasarkan data Dinkes Pekalongan, 4 persen dari total kasus HIV/Aids yang berhasil ditemukan di Kota Santri adalah kaum gay atau seks sesama jenis.

“Dari 2005 sampai Februari 2018, terdapat 283 pengidap Aids yang ditemukan Dinkes Kabupaten Pekalongan, di antaranya 145 pengidap HIV, dan 138 lainnya sudah masuk fase Aids. 4 persen dari total kasus adalah mereka yang memiliki kelainan seks sesama jenis,” terang Iqbal.

Pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait penyimpangan-penyimpangan atau perilaku seks yang berisiko mengakibatkan terjangkit HIV. Mulai dari bahaya gonta-ganti pasangan, penyalahgunaan narkoba, dan seks sesama jenis.

“Kita berusaha terus mengedukasi masyarakat, tentang bahaya-bahaya seks berisiko dan penyalahgunaan narkoba terhadap dampak Aids,” pungkasnya. (sumber: Indopos)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Wihaji harap ada tim khusus kaji dampak merkuri PLTU Batang

greenpeace pltu batang

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang, Wihaji berharap dampak merkuri setelah PLTU Batubara beroperasi dikaji oleh tim khusus. Pihaknya mengungkapkan tidak boleh ada setetes merkuri yang dapat merugikan warga Batang pada mega proyek 4 milar dolar tersebut.

“Kami berharap ada tim khusus untuk mengkaji dampak mercuri dari PLTU setelah beroprasi,” ujar Wihaji saat mengunjungi Desa Cablikan Kecamatan Reban, Senin (19/03).

Baca: PLTU Batang berpotensi cemari warga dengan karbon dan merkuri

Menurut Wihaji, Pemkab Batang ingin menjadikan Batang sebagai surganya Asia, bukan sebaliknya, “Jangan sampai satu tetes mercuri mencemari lingkungan di Kabupaten Batang, karena kami ingin menjadikan Batang surganya Asia bukan malah sebaliknya,” ujarnya.

Seperti ditulis Wartadesa sebelumnya, Greenpeace Indonesia mensinyalir bahwa Pembangkit Lisrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara Batang, Jawa Tengah mengeluarka sekitar 10,8 juta ton karbon dan 26 kilogram merkuri setiap tahunnya. Jutaan karbon tersebut sebanding dengan seluruh emisi karbon yang dihasilkan oleh Myanmar pada tahun 2009.

Temuan tersebut disoroti Wakil Ketua VII DPR RI Satya Widya Yudha saat melakukan kunjungan spesifik Komisi VII ke PLTU Batang, Rabu (14/03). “Ini yang perlu mendapatkan tindak lanjut, jangan sampai apa yang disinyalir oleh Greenpeace menjadi kenyataan. Karena Indonesia sudah meratifikasi konvensi Minamata tahun 2017 yang tidak mengizinkan adanya cemaran merkuri dalam aktivitas industri terutama pertambangan atau juga industri yang menggunakan hasil tambang seperti batubara yang dipakai PLTU Batang ini,” ujarnya, dikutip dari Tribun.

Menurut Yudha, PLTU berbasis batubara mempunyai resiko kandungan emisi karbon yang besar sehingga dibutuhkan implementasi analisis dampak lingkungan berupa pengawasan dalam bentuk upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup.

“Mereka tentu sudah menyampaikan Amdalnya terlebih dahulu, karena ini proyek 2×1.000 MW. Tetapi untuk implementasi Amdalnya sendiri perlu pengawasan, pengawasan itu bisa berbentuk dikeluarkannya UKL dan UPL. Karena UKL dan UPL itulah yang nantinya melihat bagaimana konsistensi apa yang telah disepakati dalam AMDAL tersebut,” imbuhnya.

Yudha mengajak kepada semua pihak yang terlibat untuk tetap mengawasi dari waktu ke waktu pengerjaan proyek PLTU Batang ini karena menurutnya keberadaan pembangkit listrik dan upaya melistriki masyarakat menjadi tanggungjawab negara. (Sumber: Tribun)

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Nasyiatul A’isyiyah Pekalongan gelar ToT Pashmina

pasmina1

Pekajangan, Wartadesa. – Pimpinan Daerah Nasyi’atul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan menggelar Training of Trainer (ToT-pelatihan untuk pelatih) Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (Pashmina) di Gedung STIKES Muhammadiyah Pekajangan (Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan-UMPP), Jalan Raya Ambokembang Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Pelatihan yang digelar pada 23-25 Pebruari 2018 ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) se-Jawa Tengah.

Mimik Widyawati, Ketua Panitia mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk mencetak motivator, volunteer dan kader Nasyiatul Aisyiyah yang dapat menerapkan program Pashmina di Jawa Tengah. “Pelatihan ini juga digelar untuk mengenalkan Pashmina kepada peserta agar lebih memahami tentang Pashmina, bagaimana menjadi motivator, volunteer, kader dan bagaimana mereka berbagi peran tugas-tugas tersebut di masyarakat,” tuturnya Ahad (25/02) disela-sela kegiatan.

Widyawati menambahkan bahwa peserta pelatihan terdiri dari tiga utusan dari masing-masing Pimpinan Daerah NA se Jawa Tengah, “peserta dibagi menjadi tiga kelas, yakni kelas motivator, kelas volunteer, dan kelas kader.” Lanjutnya.

Kelas motivator, ini direkomendasikan dari unsur pimpinan, masih lanjut Widyawati, “Sementara untuk kelas volunteer direkomendasikan untuk pimpinan yang mempunyai latar belakang keahlian bidang kesehatan, konseling, dan psikologi atau yang sudah pernah mengikuti pelatihan tentang kesehatan, psikologi dan berminat sebagai volunteer,”

Sedang kelas kader direkomendasikan untuk kader Nasyi’atul Aisyiyah yang pernah mengikuti Pashmina atau belum pernah mengikuti, namun tertarik dengan kegiatan tersebut, “kelas ini diperuntukkan untuk kader NA yang berada dalam jenjang SMA atau sederajat,” lanjut Widyawati.

Acara pelatihan juga diisi Stadium General dengan menghadirkan Ali Tri AG sebagai pemateri fiqih al Ma’un. Selain itu psikolog Harap Cendekiawan, menyampaikan materi psikologi remaja dan Fahrudin Eko menyampaikan tentang pentingnya komunikasi efektif. (WD/Marlinah Marur)

 

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pengurus Gema Setia Karanganyar dikukuhkan

28117175_1276205565849831_80509476_n

Karanganyar, Wartadesa. – Bertempat di Aula Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/02) Pengurus Gema Setia (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak) Tingkat Kecamatan Karanganyar dikukuhkan.

Gema Setia yang diketuai oleh Sunarti Abdul Qoyum sesuai Keputusan Camat Karanganyar Kabupaten Pekalongan No 3 Tahun 2018  Tentang Susunan Pengurus Gema Setia.

Rangkaian acara tersebut juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan dan pemeriksaan ibu hamil serta donor darah. Acara juga dihadiri oleh Koramil, Polsek Karanganyar serta instansi terkait.

Ketua Tim Pengerak PKK, sekaligus Ketua Gema Setia Kabupaten Pekalongan ,  Munafah Asip Kholbihi dalam sambutanya mengatakan, Gema setia adalah gerakan relawan.

“Gema Setia adalah relawan karena tidak ada gajinya, namun demikian ini adalah ibadah karena berhubungan dengan sosial dan nyawa, karena Gema Setia diharapkan mampu menekan angka kematian ibu hamil.

Munafah berharap Gema Setia mampu berinovasi untuk mencapai tujuan, “Saya berharap pengurus mampu berinovasi dalam kegiatan ini supaya hasil dari tujuan Gema Setia bisa tercapai,” harapnya.

Camat Karanganyar, Abdul Qoyum mengatakan, keberhasilan pembangunan salah satunya adalah angka kematian bayi dan ibu hamil, “Kami berharap dengan adanya Gema Setia ini bisa menjadikan terobosan untuk menekan angka kematian ibu hamil dan balita, sampai tidak ada lagi.” Ujarnya.

Qoyyum pun meminta dukungan kepala desa dan semua pihak untuk mendukung gerakan ini. “Kami juga berharap dukungan kepala desa dan semus pihak untuk mendukung gerakan ini, supaya bisa berjalan maksimal. Jangan berhenti pada kegiatan pengukuhan saja.” Harap Qoyum. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Petungkriyono bentuk Kelas Bapak Hamil

kelas bapak hamil

Petungkriyono, Wartadesa. – Tingginya angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Pekalongan, membuat Pemerintah Kecamatan Petungkriyono membentuk kelas bapak hamil di masing-masing desa.

Menurut Camat Petungkriyono, Agus Dwi Nugroho, kelas bapak hamil merupakan upaya pendidikan kepada para suami yang istrinya sedang hamil. Mulai dari mengandung hingga paska melahirkan.  Demikian disampaikan saat melakukan monitoring di Balai Desa Yosorejo,  Selasa lalu.

Agus melanjutkan, pihaknya saat ini menyiapkan modul pembelajaran dan sudah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat, sehingga kegiatan kelas bapak hamil dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Dengan adanya kelas bapak hamil, semoga bisa membuat para suami menjadi lebih perhatian terhadap istrinya. Dan dapat bertindak cepat dalam mengambil keputusan. Demi keselamatan ibu dan bayinya,” katanya, Selasa (6/2), dikutip dari Suara Petungkriyono.

Budi Cahyono Ponco, dokter Puskesmas Petungkriyono mengungkapkan bahwa kasus kematian bayi dan ibu di Kecamatan Petungkriyonopada 2017 sejumlah tiga kasus.

“Harapan kami dengan adanya kelas bapak hamil ini, bisa menurunkan kasus AKI/AKB di Kecamatan Petungkriyono. Sehingga butuh peran serta dari masyarakat untuk dapat mensukseskan program tersebut,” pungkasnya. (Sumber: Suara Petungkriyono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLingkunganSosial Budaya

Kali Bremi kini bersih

kali bremi

Pekalongan, Wartadesa. – Memasuki hari kedelapan kegiatan bersih-bersih Kali Bremi Kecamatan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat sudah terlihat nyata. Seluruh enceng gondok yang menutup aliran sungai sudah bersih. Selain itu kegiatan ini juga dirasakan manfaatnya oleh warga Kelurahan Pasirkratonkramat, karena air bisa mengalir ke kali sehingga banjir dan rob mulai surut.

Kegiatan bersih-bersih Kali Bremi ini dimotori oleh  Pemuda Bremi, Kramatsari dan Komunitas K3 dengan dibantu oleh Disperinaker, DLH, DPU, BPBD, Brimop, Kodim Pekalongan, Komunitas Sapu Lidi, Karangtaruna dan masyarakat setempat. Demikian dituturkan oleh Ali Bana, warga Kramatsari, Senin (05/02).

Bersih-bersih Kali bremi merupakan kegiatan padat karya. Warga dan anggota komunitas yang terlibat sejak minggu lalu membersihkan sungai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. “Dilakukan setiap hari, sejak Sabtu (27/01) lalu, mulai jam 08.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Hasilnya sekarang Kali Bremi bersih, bebas enceng gondok dan air banjir sudah mengalir ke kali,” lanjut Ali Bana.

Sebelumnya, banjir di wilayah Kramatsari Rt. 05/01 menggenangi rumah warga, akibat meluapnya Kali Bremi. Sabtu (03/02). Sedikitnya 16 warga mengungsi di Aula Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat, akibat rumah mereka terendam. (Eva Abdullah, Foto: Ali Bana)

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
EkonomiKesehatanLayanan Publik

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kota Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit penyertaan, sehingga butuh waktu untuk proses penyembuhan.

Menurut Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto dikutip dari Pantura Post, pada 2017 ada 31 balita penderita gizi buruk. Setelah dilakukan penanganan, kini tinggal 13 balita yang mengalami gizi buruk. Saat ini mereka dalam masa pemulihan dan pengawasan ketat.

Slamet menambahkan, penanganan gizi buruk akan lebih susah  dilakukan ketika adanya penyakit penyerta,  “Yang lebih sulit yakni adanya penyakit penyerta, jadi berapa pun asupan gizi yang kita berikan, karena dia menderita penyakit kronis lain penanganannya sangat sulit. Semuanya rawat jalan masih kita pantau melalui rumah singga gizi,” jelas Slamet Jumat (02/02) lalu.

Menurut Slamet, salah satu penderita gizi buruk bernama Oktavia, sejak usia 13 bulan dirawat di rumah sakit, saat ini berat badannya menurun menjadi 6,5 kilogram. “Dia awalnya hanya mengalami panas dan susah makan sehingga berat badannya menurun drastis menjadi 6,5 kilogram. ” Tuturnya.

Selain menderita gizi buruk, Oktavia juga menderita penyakit jantung, “Awalnya panas tidak turun turun, kemudian susah makan. Sempat dirawat di rumah sakit sekitar satu minggu,”kata Munaziroh, ibu balita gizi buruk.

Saat ini kondisi Oktavia sudah membaik, berat badannya sudah naik menjadi 10 kilogram. “Konsultasi ke rumah singgah gizi sebulan dua kali. Pas awal sakit itu sakitnya enam koma lima kilogram. Sekarang bobotnya sepuluh kilogram,” lanjut Munaziroh.

Selain mendapatkan penanganan medis, lanjut dia, keluarga penderita gizi buruk di Pekalongan juga mendapatkan bantuan sosial. Mereka diberikan bantuan modal dan perlengkapan usaha. (Sumber: Pantura Post)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

selengkapnya